Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Dibilang Bikin Ribet, Padahal Ini Alasan Kenapa KTP Jadi Syarat Saat Bayar Pajak Kendaraan

Adi Wira Bhre Anggono - Sabtu, 29 Agustus 2020 | 15:10 WIB
Situasi Samsat Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).
Kompas.com/Chyntia Lova
Situasi Samsat Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

Otomania.com - Mengapa Kartu Tanda Penduduk wajib disertakan saat membayar pajak kendaraan?

Beberapa orang menilai kewajiban menyertakan KTP saat membayar pajak kendaraan malah bikin ribet.

Karena bisa saja yang membayarkan pajak bukan orang yang sesuai dengan identitas yang tercantum di STNK atau BPKB.

Misal seperti anak yang dibelikan motor oleh orang tuanya, sedangkan si anak kuliah di luar kota.

Ketika akan membayar pajak terpaksa STNK harus dikirim ke daerah asal ataupun KTP ayahnya dikirim ke kota tempat anaknya kuliah.

Baca Juga: Uang Rakyat Jadi Sia-sia, Duit Pajak Habis Buat Nambal Jalan Rusak Gara-gara Truk ODOL

Kasus lain bisa seperti KTP sedang dijadikan jaminan peminjaman uang atau barang. hehehe

Padahal persyaratan KTP untuk perpanjangan pajak bisa mencegah atau mengungkap tindak kejahatan lho, salah satunya soal pencurian motor.

Mudahnya saja, jika perpanjangan pajak kendaraan tanpa memerlukan KTP sesuai identitas pemilik kendaraan, maka motor-motor hasil curian akan mudah diperpanjang pajaknya.

Tapi itu untuk pajak satu tahunan ya, karena untuk pajak lima tahunan wajib cek kondisi serta Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor ( BPKB).

Baca Juga: Jangan Ngeyel, Pajak Motor Atau Mobil Mati Tetap Bisa Ditilang Polisi, Ini Penjelasan dari Segi Hukum

Namun tentu saja ada alasan lain kenapa KTP harus diikutsertakan dalam proses pembayaran pajak kendaraan.

Penggunaan KTP ini sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 5 tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regident).

Pasal 79 disebutkan mengenai aturan penerbitan STNK baru sebagaimana dimaksud dalam pasal 78 ayat (1) huruf a.

Dalam pasal tersebut dijelaskan mengenai aturan dalam penerbitan STNK baru, yakni mengisi formulir.

Baca Juga: Ada 2 Cara Bayar Pajak Kendaraan Via Online, Bebas Mau Pilih yang Mana

Pada pasal (1) huruf b dijelaskan bahwa:

"Syarat penerbitan STNK baru adalah melampirkan tanda bukti identitas. Untuk perorangan adalah KTP dan surat kuasa bermaterai cukup bagi yang diwakilkan."

Penggunaan KTP sebagai syarat wajib pembayaran pajak ternyata juga ada tujuan lainnya.

Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Martinus Aditya mengatakan, bahwa KTP ini tidak bisa digantikan dengan identitas lainnya termasuk SIM.

Meskipun identitas tersebut mempunyai nama serta alamat yang sama dengan yang ada pada STNK maupun BPKB.

“Karena sesuai Perkap nomor 5 tahun 2012 itu yang diwajibkan adalah KTP. Dalam KTP itu kan ada Nomor Identitas Kependudukan ( NIK) itu relevansinya dengan pajak progresif yang diterapkan,” ujar Martinus kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2020).

Martinus menambahkan, dengan adanya NIK tersebut maka bisa menjadi data pemilik kendaraan.

Hal ini karena untuk pajak progresif data yang digunakan adalah NIK dan itu adanya di KTP.

Selain itu, Martinus menambahkan, penggunaan KTP saat pajak kendaraan satu tahunan maupun lima tahunan juga untuk keperluan penindakan pelanggaran.

“Seperti tilang elektronik ( ETLE) itu data yang dipakai juga berdasarkan KTP,” ucapnya.

Editor : Adi Wira Bhre Anggono
Sumber : Kompas.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa