Tips Nyetir Siang buat Pemudik yang Puasa

Aditya Maulana - Jumat, 23 Juni 2017 | 20:03 WIB
Pemudik antre menunggu masuk ke kapal Ro-Ro saat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (23/6/2017). Pelabuhan Merak menargetkan 1.438.550 orang akan menyeberangi lintasan Merak-Bakauheni selama Lebaran tahun ini. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMO
Pemudik antre menunggu masuk ke kapal Ro-Ro saat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (23/6/2017). Pelabuhan Merak menargetkan 1.438.550 orang akan menyeberangi lintasan Merak-Bakauheni selama Lebaran tahun ini. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Jakarta, Otomania.com - Masyarakat sudah banyak yang mudik Lebaran 2017. Terlihat di sejumlah jalan tol volume kendaraan bermotor mulai penuh, rata-rata pemudik berangkat pagi hari setelah waktu sahur.

Buat pengemudi, terutama yang tetap menjalankan ibadah puasa, harap berhati-hati. Sebab, harus penuh konsentrasi selama berkendara, belum lagi kondisinya pasti macet.

Rifat Sungkar, Direktur Utama Rifat Drive Labs (RDL) memberikan sedikit tips yang bisa berguna buat para sopir. Menurut dia, jika konsentrasi mulai menurun disarankan istirahat atau tidur kurang lebih sekitar 30 menit sampai 1 jam.

"Setelah tidur pasti kondisi akan kembali segar, ibaratnya semangat lagi seperti awal dan bisa melanjutkan perjalanan," kata Rifat di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini.

Pereli nasional itu menambahkan, setelah enam jam dari terakhir minum tingkat kadar air dan oksigen seseorang akan menurun drastis. Otomatis, konsentrasi pun ikut menurun, karena puasa jadi tidak bisa langsung minum, tetapi obatnya dengan cara tidur.

"Kadar air dan oksigen setelah tidur memang tidak akan kemabli seperti semula, tetapi setidaknya sudah istirahat, dan tidur seperti itu bisa memulihkan stamina, minimal jadi konsentrasi lagi," ujar Rifat.

Editor : Azwar Ferdian

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X