Potensi Kecelakaan Mengintai di Sistem "Contra Flow"

Setyo Adi Nugroho - Senin, 13 Februari 2017 | 07:25 WIB
Kemacetan yang terjadi akibat genangan air yang terdapat pada ruas jalan tol dalam kota tujuan Tanjung Priuk di sekitar Cawang, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2014). Akibat genangan air yang terjadi sejak malam ini tingginya mencapai 80 centimeter sehingga membuat beberapa truk tidak berani melintas dan membuat arus lalulintas terhambat. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Kemacetan yang terjadi akibat genangan air yang terdapat pada ruas jalan tol dalam kota tujuan Tanjung Priuk di sekitar Cawang, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2014). Akibat genangan air yang terjadi sejak malam ini tingginya mencapai 80 centimeter sehingga membuat beberapa truk tidak berani melintas dan membuat arus lalulintas terhambat. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA

Jakarta, Otomania – Sistem contra flow atau lawan arah kerap digunakan untuk mengurai kemacetan pada jalur tertentu. Paling baru adalah rekayasa lalu lintas yang dilakukan Ditlantas Polda Metro terkait pembangunan LRT dan fly over Pancoran dengan melakukan contra flow lalu lintas dari arah Cawang menuju Semanggi.

Namun sebagai solusi memecah kepadatan lalu lintas, sistem ini masih menyimpan potensi kecelakaan terkait penggunaan jalur berlawanan. Resiko kecelakaan dengan kendaraan dari arah berlawanan terbilang tinggi bila tidak diantisipasi dengan baik.

Contra flow dilakukan bertujuan untuk mengurai penyumbatan arus. Sifatnya temporer. Meski demikian masih ada celah terjadinya kecelakaan, ini yang membuat pelaksanaan contra flow memiliki syarat mutlak yakni dengan memikirkan aspek keamanan dan keselamatan,” ucap Edo Rusyanto, koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), saat dihubungi Minggu (12/2/2017).

Menurut Edo, potensi kecelakaan dapat terjadi karena kelalaian pengendara. Namun kelalaian tersebut bisa dipicu akibat kurang jelasnya rambu lalu lintas penunjang contra flow.

Harapannya rambu petunjuk contra flow akan diberikan di sepanjang jalur, serta sebelum dan sesudahnya, minimal dalam jarak tertentu yang memberi tahu pengendara bahwa akan ada pengalihan arus. Jalur contra flow kali ini akan dimulai dari arah Cawang tepatnya kilometer 01+700 sampai 08+100.

“Selain rambu yang jelas, perlu juga penjagaan oleh petugas guna mencegah kelalaian berkendara,” ucap Edo.

Kesiapan Personil

Dihubungi terpisah, Kasubdit bin Gakkum Polda Metro Jaya. AKBP Budiyanto menyatakan kesiapan personilnya untuk menjaga kelancaran pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini. Pihak Polda telah bekerja sama dengan Jasa Marga dengan memaksimalkan anggota mereka di sepanjang jalur yang terdampak contra flow.

“Kami telah siagakan kurang lebih 30 personil yang siap siaga untuk membantu kelancaran rekayasa lalu lintas ini,” ucap Budiyanto.

Jasa Marga sendiri diketahu telah mempersiapkan petugas layanan jalan tol, derek serta ambulan selama contra flow dijalankan. Harapannya arus lalu lintas di simpang Cawang dapat terurai mengingat jalur ini merupakan pertemuan dari berbagai arah menuju dalam kota.

Editor : Azwar Ferdian

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X