Rawat "Fanbelt" di Musim Hujan

Setyo Adi Nugroho - Sabtu, 19 Maret 2016 | 07:11 WIB



Jakarta, Otomania
– Salah satu penanda adanya kerusakan pada kendaraan adalah timbulnya suara berisik dari bagian kendaraan. Bisa dari kaki-kaki mobil, mesin mobil dan bagian lain. Khusus bagian mesin, yang kerap ditemui adalah suara akibat sabuk kipas atau fanbelt.

“Suara berdecit ini sering sekali ditemui terutama pada beberapa mobil dengan usia pakai yang relatif lama dan saat musim hujan. Suara ini timbul akibat karet fanbelt kering dan selip saat ingin menarik pully mesin,” ujar Sihad, mekanik Mahkota Motor, Cibubur Automotive Center, saat ditemui Otomania, Kamis (17/3/2016).

Fanbelt berfungsi meneruskan putaran dari mesin ke berbagai bagian kendaraan seperti pompa oli, kipas radiator, dinamo ampere (alternator), serta kompresor AC via pully mesin. Alat yang bahannya terdiri dari karet imitasi dan tali baja ini jika tidak ada atau rusak akan menyebabkan kendaraan tidak bisa dijalankan.

Letaknya yang berada di tempat terbuka yakni di depan mesin, membuat komponen ini mudah sekali terkena kotoran dan air saat musim hujan yang masuk dari kolong mesin. Akibatnya karet fanbelt akan getas atau kering sehingga akhirnya timbul suara berdecit yang nyaring.

Ada beberapa cara untuk menghilangkan bunyi ini. Cara paling mudah adalah dengan menyemprotkan cairan pembersih atau biasa disebut beltdressing. Produk seperti ini cukup mudah ditemukan.

Semprot

Cara menggunakannya tinggal semprotkan pada fanbelt saat mesin bekerja. Saat suara tidak terdengar maka berhenti memberikan pelumas. Jangan menyemprot terlalu banyak karena akan membuat ruang mesin terkena bahan pembersih.

Cara lain adalah dengan memberikan lilin atau gemuk yang diciptakan khusus untuk temperatur panas yang tinggi. Oleskan gemuk dengan kuas dan jangan sampai  terlalu banyak karena akan membuat fanbelt selip.

Jika sedang dalam perjalanan dan kedua bahan tidak dapat ditemukan penggunaan air dicampur dengan sedikit sabun mampu menghilangkan suara untuk sementara. Cukup siramkan saja air sabun itu ke karet fanbelt secara perlahan-lahan.

“Namun jika karet fanbelt sudah terlalu keras dan nampak ada retakan pada karet fanbelt cara ini tidak akan menghilangkan suara. Sebaiknya fanbelt diganti dengan yang baru,” ujar Sihad.

Perawatan fanbelt dan komponen berbahan karet lainnya pada kendaraan saat musim hujan cukup penting. Selalu periksa kondisi karet dan jaga agar tidak kering dengan memberikan cairan pelumas sehingga kondisi karet selalu terjaga.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Agung Kurniawan

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa