Bebek Lawas Honda Ala “Cub Army”

Ghulam Muhammad Nayazri - Senin, 28 Desember 2015 | 07:27 WIB

Jakarta, Otomania –
Ingin tampil beda di jalan atau bahkan jadi pusat perhatian, modifikasi bisa jadi jalan keluar. Salah satunya yaitu hasil custom sepeda motor bebek Honda lawas karya bengkel Wandermachine.

Honda Prima tahun 1990 jadi media ekspresi seni Muhammad Faizal, builder (pemodifikasi) sekaligus pemilik bengkel Wandermachine, dengan mengusung konsep Army Cub. Kesan sepeda motor bebek Honda dengan wajah kalem, dirontokkan Faizal menjadi tunggangan dengan tampang agresif dan tangguh.

“Saya coba menuangkan konsep Army Cub untuk sepeda motor ini, dengan sedikit menampilkan rupa trail. Dengan itu, kesan agresif dan tangguh jadi semakin kental. Namun tetap tidak menghilangkan nuansa dari bebek jadul Honda. Pemilik sepeda motor ini merupakan koki kapal laut, David BD namanya,” ujar Faizal kepada Otomania, Sabtu (26/12/2015).

Ubahan halnya pada bagian tubuh saja, sementara untuk mesin tetap mempertahankan bawaan pabrik alias standar. Fork dan parkit set bagian depan diganti dengan menggunakan laher bambu buatan bengkel Wandermachine.

Di bagian depan, stang dibuat dari pipa seamless berukuran 21,5 mm dengan bentuk layaknya milik sepeda motor trail. Sayap dipotong, agar sasis tengah terlidung dari gesekan. “Komponen modifikasi sepeda motor ini lebih banyak yang dibuat sediri atau handmade, ketimbang membeli produk aftermarket atau yang sudah jadi,” ujar Faizal.


Kemudian, lanjut Faizal, bagian bawah mesin ditambahkan engine guard, yang juga dibuat dari batang seamless berdiameter 19 mm dan dilapisi alumunium dengan ketebalan 3 mm. Sehingga mampu menjadi pelindung mesin dari benturan, ketika melalui jalan berbatu.

“Tuas persneling di buat sendiri, dengan diameter pipa seamless 14 mm dan di-plating  kuning agar terlihat seperti bawaan pabrik, dengan ujung tuas mengunakan piston yang di gambar dengan logo Wandermachine,” ujar Faizal.

Di bagian kaki-kaki, Faizal meggunakan pelek depan dan belakang berdiameter 18 inci, dengan ukuran ban depan 250 mm serta belakang 275 mm. Knalpot di-custom ala Wandermachine. Kemudian ditambahkan keranjang di bagian belakang dengan balutan kesan army.

“Untuk cat sendiri, saya pilih warna hitam doft untuk mesin, kemudian bagian body dengan silver tua doft. Starter elektrik sepeda motor ini masih normal dan berfungsi dengan baik, jadi tidak perlu repot lagi menyalakan secara manual,” ujar Faizal.

Wandermachine
Jalan Raya Poncol No 3
Pondok Bambu, Duren Sawit Jakarta Timur
081266762971/59A4703FW

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Agung Kurniawan

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa