Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pelaku Jambret Ngaku Didatangi Korban Dalam Mimpi, Kini Dapat Hadiah Timah Panas dari Polisi

Adi Wira Bhre Anggono - Rabu, 6 Mei 2020 | 12:30 WIB
T, satu pelaku jambret yang tewaskan wanita muda digiring di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (5/5/2020).
Tribunjakarta.com/Elga Hikari Putra
T, satu pelaku jambret yang tewaskan wanita muda digiring di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (5/5/2020).

Otomania.com - Pelaku penjambretan di Jalan Tambora, Jakarta Barat mengaku didatangi oleh korban dalam mimpinya.

Pelaku bernama Taufan (26) itu mengaku dihantui lewat mimpi oleh Muthia Nabila (23), pengendara wanita yang tewas kecelakaan usai dijambretnya.

Ditemui di Mapolres Metro Jakarta Barat dengan keadaan lemas usai kaki kanannya ditembak, Taufan mengaku dalam mimpinya, korban meminta agar ponsel yang dirampasnya dikembalikan.

"Pernah dimimpiin (korban). Minta handphonenya dibalikin," kata Taufan, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga: Memang Jadi Mudah, Tapi Ini Bahayanya Jika Pasang Knob di Setir Mobil

Kedua penjambret saat memepet motor korbannya di di Jalan Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat terekam CCTV.
ISTIMEWA/Dokumentasi Polres Metro Jakarta Barat
Kedua penjambret saat memepet motor korbannya di di Jalan Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat terekam CCTV.

Usai dihantui rasa bersalah hingga didatangi lewat mimpi, Taufan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia dibekuk Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara dini hari tadi.

Lantaran melawan, betis kanannya terpaksa dihadiahi timah panas.

Sedangkan satu rekannya berinisial I masih buron.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, Taufan dan rekannya berinsial I merupakan pemain lama dalam dunia jambret.

Baca Juga: Yamaha Scorpio Dibikin Cungkring, Minimalis Tertib Aturan, Tinggal Tambah Spion Aja Nih!

Keduanya bahkan berstatus residivis kasus serupa.

"Jadi untuk pelaku T dan DPO sudah kelompok lama dan sudah ditahan dengan kasus sama jambret. Tapi setelah keluar pelaku lakukan lagi," kata Arsya.

Foto terakhir Muthia Nabila (22) semasa hidup yang diambil pada malam sebelum kejadian di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020)
TribunJakarta.com/Bima Putra
Foto terakhir Muthia Nabila (22) semasa hidup yang diambil pada malam sebelum kejadian di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020)

Arsya mengatakan, lokasi yang kerap mereka jadikan untuk beraksi tak hanya di Jakarta Barat, namun juga di wilayah Jakarta Utara.

Taufan adalah pelaku pengendara sepeda motor yang memepet korban. Saat beraksi, T mengenakan jaket ojek online.

Dari tersangka Taufan polisi mengamankan handphone korban dan salah satu senjata tajam yang digunakan mereka untuk beraksi.

Baca Juga: Obat Ampuh Biar Yamaha NMAX Nggak Ngorok, Pakai Kipas Honda Vario

Arsya membeberkan bahwa pelaku memang kerap mengenakan atribut ojek online saat beraksi untuk menghilangkan kecurigaan.

"Ciri-cirinya memang pakai jaket online dan celana pendek," kata Arsya.

Saat ini, sembari memburu I, polisi masih mendata sudah berapa lokasi kawanan jambret ini beraksi.

Arsya menambahkan, tersangka juga diketahui mengonsumsi tramadol supaya terlihat berani sebelum menjalankan aksinya.

"Saat kami cek urine positif gunakan tramadol untuk tenangkan diri sehingga mereka berani beraksi kriminal," ujar Arsya.

Baca Juga: Yamaha Scorpio Dibikin Cungkring, Minimalis Tertib Aturan, Tinggal Tambah Spion Aja Nih!

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dengan ancaman lima tahun penjara.

Aksi penjambretan itu terekam CCTV.

Kendati lalu lintas tak begitu sepi dan masih ada mobil yang berjalan di sebelahnya, kedua pelaku tetap nekat menjalankan aksinya.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru menuturkan, korban sempat berusaha mengejar kedua pejambret.

Bahkan, dia sempat menabrakan motornya ke motor yang dikendarai pelaku hingga kedua motor terjatuh.

Baca Juga: Baru Saja Berulang Tahun, Jorge Lorenzo Dapat Sindiran Cukup Keras Soal Kembalinya ke MotoGP

"Ketika sadar barang diambil atau handphone diambil dari dashboard motor, korban berusaha kejar dan ketika ketemu si pelaku ditabrak korban. Setelah pelaku ditabrak dua motor ini sama-sama jatuh," kata Audie.

Nahas, lanjut Audie, saat motornya terjatuh, kepala korban terbentur aspal hingga membuatnya alami pendarahan.

Kendati sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga, nyawa korban tak tertolong.

Sedangkan kedua pelaku saat itu berhasil melarikan diri dan terekam CCTV.

"(Korban) kepala terbentur alami luka berat ketika ditolong di rumah sakit tidak terselamatkan," kata Audie.

Baca Juga: Bermula Dari Petugas Posko Covid-19 Curigai Bau Kambing Dalam Mobil, Kawanan Maling Kambing Ditangkap

Amirudin Hakim saat menunujukkan foto Muthia Nabila (22) semasa hidup di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).
TribunJakarta.com/Bima Putra
Amirudin Hakim saat menunujukkan foto Muthia Nabila (22) semasa hidup di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Keluarga minta pelaku dihukum setimpal

Keluarga besar Muthia Nabila (22) berharap dua pelaku jambret di Jalan Roa Malaka, Kecamatan Tambora pada Senin (27/4/2020) diganjar hukuman berat.

Paman Muthia, Amirudin Hakim (28) mengatakan hukuman tersebut atas ulah merampas handphone yang berujung kecelakaan menewaskan Muthia.

"Harapan keluarga pelaku dihukum yang setimpal, yang pantas untuk kehilangan keponakan saya," kata Amirudin di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Saat dikabari personel Satreskrim Polrestro Jakarta Barat beberapa hari lalu satu pelaku berhasil diringkus pihak keluarga bersyukur.

Baca Juga: Mengenang Didi Kempot, Menjelajah di Lagu Sewu Kutho Bersama Yamaha Virago

Mereka berharap hukuman yang dijatuhkan ke pelaku dapat membuat pelaku kejahatan lainnya berpikir dua kali sebelum beraksi.

"Mudah-mudahan enggak ada korban lagi, cukup ini yang terakhir. Mudah-mudahan satu pelaku yang lain juga berhasil ditangkap," ujarnya.

Merujuk keterangan penyidik Satreskrim Polrestro Jakarta Barat, Amirudin menuturkan pelaku berniat merencanakan aksinya.

Pasalnya dari rekaman CCTV di sekitar lokasi tampak pelaku seolah sedang mencari target dan membuntuti Muthia begitu melintas.

Baca Juga: Memang Jadi Mudah, Tapi Ini Bahayanya Jika Pasang Knob di Setir Mobil

"Pas keponakan saya lewat langsung dibuntuti. Waktu kejadian Muthia memang naro handphone di dashboard motor, jadi yang diambil handphone itu," tuturnya.

Jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Barat sendiri kini sudah berhasil meringkus satu pelaku berinisial T, sementara satu lainnya buron.

T diganjar pasal 365 KUHP ayat 3 tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima belas tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat B 4121 TKK oleng hingga terjatuh usai tasnya dijambret pelaku yang berjumlah dua orang.

Baca Juga: Pabrik Pelek BSA Alloy Wheela di Tangerang Kebakaran Hebat, 7 Mobil Damkar Dikerahkan

Nahas, ketika korban terjatuh melintas mobil Toyota Avanza yang tak sempat menghindar.

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak dapat tertolong karena mengalami pendarahan di kepala," kata Arsya saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2020).

Arsya menuturkan, korban diketahui bernama Muthia Nabila (23) warga Tanjung Lengkong, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Korban dalam perjalanan menuju kantor

Muthia Nabila (22), tewas tertabrak mobil usai jadi korban jambret di Jalan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Senin (27/4/2020).

Paman Muthia, Amirudin Hakim (28) mengatakan saat kejadian sekira pukul 10.15 WIB keponakannya itu hendak berangkat menuju tempat kerja.

"Tempat kerjanya punya dua kantor cabang, dia jalan dari satu cabang ke kantor cabang satunya. Jaraknya sekitar dua kilometer," kata Amirudin di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Ketika pelaku merampas handphone Muthia yang diletakkan dibdashboard motor, korban sebenarnya sudah nyaris tiba di kantor.

Baca Juga: Asyik! Honda ADV150 Diskon Rp 2 Juta Lebih, Catat Nih Masa Berlakunya

Tapi perempuan yang tercatat warga RW 07 Kelurahan Bidara Cina itu merubah tujuannya mengejar pelaku ke arah Jalan Kopi.

"Dari lokasi pas handphonenya dijambret itu sebenarnya tinggal belok kanan sudah sampai ke kantor. Tapi karena dia ngejar pelaku belok kiri," ujarnya.

Merujuk keterangan saksi di lokasi kejadian, Amirudin menuturkan Muthia mengejar sampai berhasil menyalip kendaraan pelaku.

Namun pelaku yang saat kejadian mengenakan jaket ojek online dan berperan jadi pengemudi menabrak motor Muthia.

Baca Juga: Sekilas Standar, Modif Suzuki Satria F150 Ini Main Detail, Dilihat Dari Dekat Baru Berdecak Kagum

"Jadi dari belakang ditabrak sama pelaku, keponakan saya dan pelaku ini sama-sama jatuh. Pas jatuh dari belakang ada mobil yang menabrak Muthia," tuturnya.

Oleh pengemudi ojek online, Muthia yang mengalami luka di bagian sekitar kepala dan leher dibawa ke RS Atma Jaya, Jakarta Utara.

Amirudin menyebut Muthia sempat mendapat penanganan medis di RS Atma Jaya sebelum akhirnya menghembuskan nafas.

"Enggak meninggal di lokasi, sekitar 25 menit sampai di RS Atma Jaya baru (meninggal). Di hari itu juga saya buat laporan ke polisi," lanjut Amirudin.

Baca Juga: Pecah Ban Jangan Panik, Ini Nasihat dari Pakar Jika Mengalaminya

Pihak keluarga sebenarnya sempat menolak jasad Muthia diautopsi, namun penyidik Satreskrim Polrestro Jakarta Barat merekomendasikan.

Jasad Muthia diautopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat lalu dibawa ke rumah duka di Bidara Cina.

"Tanggal (28/4/2020) dimakamkan di TPU Kebon Nanas, Alhamdulillah pemakamannya lancar. Untuk kasusnya, informasi dari polisi satu pelaku sudah ditangkap," sambung dia.

Sebulan lagi wisuda

Tak ada yang menyangka Muthia Nabila (22), tewas secara mengenaskan akibat luka di bagian sekitar kepala dan leher pada Senin (27/4/2020) siang.

Baca Juga: Pasutri Bule yang Ngamen di Lombok Menjual Motornya, Mereka Akan Dideportasi ke Rusia

Muthia jatuh saat mengejar pelaku jambret yang merampas handphonenya di Jalan Roa Malaka, Kecamatan Tambora lalu tertabrak mobil.

Paman Muthia, Amirudin Hakim (28) mengatakan keponakannya sedang dalam perjalanan menuju kantor yang masih berada di wilayah Tambora.

"Dia kerja sambil kuliah, sudah kerja sekitar enam bulan di kantornya yang sekarang ini. Di ditempatkan di bagian IT (information technology)," kata Amirudin di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Perempuan yang tercatat warga RT 16/RW 07 Kelurahan Bidara Cina itu tercatat sebagai mahasiswi D3 jurusan IT di LP3I, Senen, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Kecelakaan Maut, Bus yang Bawa Pemudik dari Bali ke Jawa Alami Tabrakan, 2 Orang Tewas

Muthia nyaris rampung menempuh pendidikannya karena sedang dalam tahap pembuatan tugas akhir untuk mendapat gelar.

"Sekitar satu bulan lagi (Juni) harusnya wisuda, akhir bulan Mei 2020 ini rencananya sidang skripsi. Sama dosennya pun dia masih bimbingan," ujarnya.

Nahas mimpi anak pertama dari empat bersaudara itu kandas akibat ulah dua pelaku jambret yang aksinya tersorot kamera CCTV.

Muthia meninggalkan sang ibu Anna Musyarrofah (46), ayahnya Tri Ambyah (53), satu adik perempuan, dan dua adik laki-laki.

"Beberapa hari lalu saya dikabari kalau satu pelakunya sudah ketangkap. Pelaku yang dibonceng, kalau yang bawa motor pakai jaket Gojek katanya masih dicari," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "TERUNGKAP Jambret di Tambora Dihantui Korban Lewat Mimpi, Minta Ponselnya Dikembalikan".

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa