Catat, Ganti Oli dan Kuras Oli itu Berbeda

Irsyaad Wijaya - Sabtu, 6 Januari 2018 | 10:30 WIB
Ilustrasi menganti oli pada mobil
jupitergaragesheffield.co.uk
Ilustrasi menganti oli pada mobil

Otomania.com — Pergantian oli pada kendaraan khususnya mobil, ternyata ada dua proses yang selama ini dikira sama, padahal berbeda. kedua proses tersebut adalah ganti oli dan kuras oli.

Seperti yang dijelaskan mekanik bengkel R Speed, Heron, bahwa proses ganti oli, pada dasarnya membuang oli lama dengan cara membuka baut di karter gearbox.

Jumlah oli yang terbuang juga hanya sekitar 3-4 liter. Umumnya pergantian oli disarankan setiap menempuh 10.000 kilometer. "Jadi hanya oli yang ada di bak olinya saja yang dibuang," kata Heron.

(BACA JUGA: Ini Perilaku Salah saat Ganti Oli)

Selain itu, kebiasaan menyemprot ruang mesin dengan angin bertekanan tinggi sebaiknya dihindari. Sebab bagian internal mesin seperti karet-karet sil akan cepat rusak karena mengembang ketika mendapat tekanan angin.

“Enggak boleh, karena di angin itu bisa mengandung air. Itu juga kan tekanan tinggi, pasti sil, karet-karet, dan bagian lainnya mengembang, jadi cepat rusak,” ujar Heron.

Lalu, apa bedanya dengan kuras oli? Heron menyebut, jumlah oli yang terbuang bisa lebih banyak dari ganti oli, bahkan bisa mencapai 10-12 liter. Sebab, oli yang berada di dalam converter juga ikut dibuang.

Heron menyarankan agar kuras oli dilakukan setiap kendaraan menempuh 50.000 kilometer. Tujuannya agar kotoran yang ada di dalam converter bisa dibersihkan sehingga ketahanan mesin terjaga dan perlu diingat pengurasannya menggunakan mesin vakum khusus.

(BACA JUGA: Merawat Sistem Injeksi Motor, Bahan Bakar Kuncinya)

"Dikurasnya pakai mesin. Jadi semua kotoran yang ada di dalam konverter juga ikut terbuang karena yang banyak bekerja kan yang ada di dalam konverter itu," ucap Heron.

Secara terpisah, Iwan Abdurahman. General Repair Service Manager Toyota Astra Motor (TAM) menyebut kuras oli biasanya diistilahkan sebagai "ganti darah" karena membutuhkan oli baru yang volumenya bisa mencapai 1,5 kali kapasitas oli.

Untuk Toyota sendiri, Iwan menyatakan tidak ada saran maupun layanan kuras oli. Namun, Toyota juga tidak melarang pengguna untuk melakukan kuras oli di bengkel lain. Untuk mencegah mesin bermasalah, pemilik mobil hanya disarankan rutin menjalani servis berkala dan mengganti oli setiap 10.000 kilometer.

"Kalau dari Toyota sendiri, (oli) cukup diganti sesuai dengan arahan buku servisnya," ucap Iwan.

Editor : Donny Apriliananda
Sumber : KompasOtomotif

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X