Kenali Risiko Kebakaran di SPBU

Stanly Ravel - Senin, 24 April 2017 | 13:55 WIB
Sepeda Motor yang dikendara Selfi, tiba-tiba mengeluarkan percikan api dan hangus terbakar, Selasa (7/6/2016)
KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN
Sepeda Motor yang dikendara Selfi, tiba-tiba mengeluarkan percikan api dan hangus terbakar, Selasa (7/6/2016)

Jakarta, Otomania.com - Kasus mobil terbakar sudah sering terdengar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun hal ini bukan hanya bisa menimpa mobil saja, sepeda motor pun juga bisa mengalami hal yang sama.

Uniknya, penyebab terjadinya kebakaran biasanya disebabkan hal-hal sepele yang kurang diperhatikan oleh pemotor atau pengemudi mobil. Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa untuk kebanyakan kasus terbakarnya kendaraan di sebuah SPBU lebih karena faktor human eror.

"Selain bahaya di jalan raya, ada faktor bahaya lain yang harus dihadapi, ini yang harus dimengerti para pengendara motor atau mobil. Berkaitan dengan SPBU, harus disadari ancaman kebakaran di sana (SPBU) cukup besar. Kenapa? karena di SPBU itu sudah terdapat triangle of fire, atau segi tiga apinya sudah lengkap," ucap Jusri saat dihubungi Otomania, Senin (24/4/2017).

Baca : Waspada Penyebab Kebakaran pada Kendaraan

Menurut Jusri, terbentuknya api atau kebakaran selalu erat kaitanya dengan segi tiga api, yakni panas, udara, dan bahan bakar. Ketiga hal tersebtu sudah ada di SPBU, hanya tinggal menunggu pemicunya saja yang biasanya disadari atau tidak dibawa oleh pengguna SPBU.

"Udaranya ada, panasnya ada, bahan bakarnya sudah di tempat, tinggal tunggu trigger dari faktor eksternal yang mana biasanya dipicu oleh pengguna SPBU. Contoh saat isi bensin ponsel hidup, ini bisa membawa radiasi yang memicu terjadinya kebakaran, untuk motor bisa jadi karena faktor motornya yang tidak standar, seperti kelistrikan dan lainnya," papar Jusri.

Hal senada juga disampiakan oleh Vice Presiden Fuel Marketing Pertamina Afandi, yang mengatakan terjadinya kebakaran pada SPBU lebih dikarenakan adanya percikan yang bisa bersumber dari mana saja.

Dua mobil terbakar dalam kebakaran di SPBU Pertamina di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2015).
Kompas.com/Unoviana Kartika
Dua mobil terbakar dalam kebakaran di SPBU Pertamina di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2015).

"Di SPBU itu sudah ada syarat untuk menimbulkan api hanya tinggal menunggu percikannya saja. Nah, itu yang jadi konsen kami agar menjaga tidak ada sama sekali percikan yang terjadi, baik dari internal apalagi faktor ekternal yang di bawa oleh konsumen pada saat pengisian bahan bakar," ucap Afandi di waktu yang sama.

Afandi tidak menampik bila pernah ada beberapa kasus terbakarnya motor di SPBU setelah mengisi bahan bakar. Namun hal tersebut terjadi karena masalah teknis pada motornya sendiri, bukan dari sisi SPBU.

Baca : Awas, Ini Penyebab Kebakaran Mobil

"Beberapa kasus yang terjadi pada motor karena faktor kendaraannya sendiri. Contoh, penggunaan knalpot yang tidak standar, dan lebih sering juga kerena percikan dari api busi, ini biasanya untuk motor yang kurang dirawat atau motor tua," papar Afandi.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Azwar Ferdian

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa