Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pemilik Mobil Matic Harus Tahu Bedanya Ganti Oli Transmisi Matic Cara Ditap dan Pakai Alat Flusing

Parwata,Andhika Arthawijaya - Jumat, 22 Juli 2022 | 10:00 WIB
Ilustrasi Kuras Oli Matik dengan mesin flushing
GridOto.com
Ilustrasi Kuras Oli Matik dengan mesin flushing

Otomania.com – Pemilik Mobil Matic Harus Tahu Bedanya Ganti Oli Transmisi Matic Cara Ditap dan Pakai Alat Flusing.

Penggantian oli pada mobil matic perlu dilakukan agar kinerjanya tetap prima dan awet. Ganti oli transmisi mobil matic ini seperti halnya oli mesin mobil yakni dilakukan secara berkala.

Namun biasanya, untuk interval penggantian oli transmisi mobil matic ini lebih panjang dibanding dengan penggantian oli mesin.

Ilustrasi pengecekan kondisi oli matik dari dipstick olinya
Dok. Otomotif
Ilustrasi pengecekan kondisi oli matik dari dipstick olinya

“Karena umumnya transmisi mobil matic, baik AT konvensional maupun CVT, menggunakan oli jenis long life yang umur pakainya bisa sampai jarak tempuh 80.000 – 100.000 kilometer,” jelas Sumarno, selaju punggawa dari Masmun Sukses Motor.

Tapi, lanjut Sumarno yang pernah menjadi trainer mekanik di salah satu pabrikan mobil Jepang ini mengatakan, lantaran kondisi lalu-lintas di Indonesia yang sering macet, periode penggantian oli matik ini dianjurkan dilakukan lebih cepat.

"Kalau mobil sering terjebak macet atau sering stop and go, kerja transmisi jadi lebih berat. Makanya sebaiknya penggantian olinya dipercepat," jelasnya.

Dan umumnya, kata Sumarno, di beberapa pabrikan mengganjurkan penggantian oli matik ini dilakukan setiap 40.000 km atau saat servis besar, contohnya Suzuki.

Lantas, saat ia ditanya apakah saat penggantian oli transmisi matic tersebut sebaiknya dilakukan menggunakan alat atau mesin flushing, atau hanya cukup dengan cara ditap secara manual.

Sumarno menjelaskan bahwa dengan cara ditap manual, kemudian diisi oli baru, sebenarnya tidak masalah.

Baca Juga: Biaya Ganti Oli Transmisi Matic Toyota Fortuner VNT di Bengkel Spesialis, Siapkan Dana Segini

“Volume oli transmisi matik ini kalau di produk Suzuki umumnya sekitar 7 literan. Kalau dengan cara ditap manual, paling yang keluar hanya sekitar 3 – 3,5 liter,” paparnya.

Jadi, dengan kata lain tidak semua oli transmisi bisa terbuang keluar semuanya, alias masih ada sisa oli lama yang mengendap di dalam transmisi, yang mungkin saja kondisi dan kualitasnya sudah menurun.

“Kalau dikurasnya pakai alat flushing, semua oli lama bisa terbuang keluar dengan cara didorong oli baru. Hanya saja butuh jumlah oli yang tidak sedikit, bisa sampai 10 literan atau lebih, makanya biayanya jadi lebih mahal dibanding kita tap biasa yang hanya butuh 3 – 4 liter oli,” tukasnya lagi.

Namun dengan teknik flushing ini kata Sumarno, membuat bagian dalam transmisi lebih terjaga kebersihannya dibanding ditap olinya secara manual.

“Buat di 40.000 km pertama mungkin masih oke pakai cara tap manual. Tapi di 80.000 km akan lebih baik pakai alat flushing,” tutupnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa