Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Banyak Yang Gak Sadar, 4 Hal Ini Jadi Penyebab Mesin Mobil Overheat, Awas Mogok di Jalan

Parwata,Andhika Arthawijaya - Jumat, 25 Maret 2022 | 11:09 WIB
Ilustrasi indikator suhu mesin yang mengalami overheat
Dok. Otomotif Group
Ilustrasi indikator suhu mesin yang mengalami overheat

Otomania.com – Banyak Yang Belum Tahu, Berikut Beberapa Hal Penyebab Mesin Mobil Mengalami Overheat.

Mesin mobil bisa mengalami overheat karena disebabkan oleh beberapa hal.

Nah, jika tidak segera ditangani atau diperbaiki penyebab utamanya, bisa menimbulkan kerusakan komponen mesin mobil.

Apa saja yang bisa menyebabkan mesin mobil overheat?

Ilustrasi saluran radiator tersumbat oleh karat
Masmun Sukses Motor
Ilustrasi saluran radiator tersumbat oleh karat

1. Radiator bocor atau tersumbat

Radiator bocor ini biasanya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator.

Tak jarang dikarenakan radiator diisi oleh air selain cairan khusus radiator (coolant).

Sebab, kandungan oksigen dalam air bila bertemu dengan logam, akan terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan korosi.

Karena korosi tersebut, radiator yang berbahan logam akan terkikis dan menyebabkan kebocoran.

Baca Juga: Air Radiator Masih Ada Tapi Overheat, Ternyata Gara-gara Gak Pernah Diganti, Ini Alasannya

Karena kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sehingga tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan.

Kalau coolant tidak mendinginkan mesin dalam waktu yang lama, artinya mesin dalam keadaan yang panas, maka bisa terjadi overheat.

Disampaikan oleh terang Anwar Lubis dari bengkel Ridho, spesialis radiator di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Servis atau perbaikan bisa saja dilakukan, kalau radiatornya menggunakan bahan kuningan pada bagian kepala atau sisi ujung." buka Anwar.

"Ini pun dengan cara dilas atau ganti kepala,” jelas Anwar.

Namun jika radiator berbahan plastik bagian water tank, tidak bisa diperbaiki dengan cara dilas, mesti dilakukan penggantian.

Selain karena adanya kebocoran, radiator tersumbat juga bisa menyebabkan mesin overheat, karena aliran cairan pendingin tidak lancar.

2. Tutup radiator rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi

Tutup radiator rusak biasanya karena usia pakai, disebabkan pada cap (tutup) radiator yang berbahan karet, kondisinya sudah getas karena terkena panas coolant.

Baca Juga: Cegah Mobil Mogok di Jalan, Wajib Tahu Cara Cek Sistem Pendingin Mesin, Awam Pun Pasti Bisa

Efeknya, cap radiator tidak bisa mengatur tekanan cairan pendingin di dalam radiator, saat penggantian pastikan tutup radiator sesuai dengan bawaan pabrik.

Sebab, jika tidak sesuai valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas.

Hal ini bisa menyebabkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.

Ilustrasi ganti oli mesin mobil
Dok. Otomotif
Ilustrasi ganti oli mesin mobil

3. Telat ganti oli mesin

Oli mesin yang sudah lama tidak diganti, biasanya akan menguap karena panas mesin kendaraan.

Jika tidak rajin kita pantau lewat dipstick oli, bukan tidak mungkin mesin jadi kekurangan pelumasan, yang dapat mengakibatkan gesekan kasar antar komponen mesin.

Nah, gesekan kasar tersebut dapat menyumbangkan panas di ruang bakar mesin.

Waspada serangan oil sludge bila sering telat ganti oli mesin
Istimewa/Soewandi
Waspada serangan oil sludge bila sering telat ganti oli mesin

Lebih parah lagi kalau oli mesin sampai habis (kosong), bisa-bisa mesin tidak dapat menyala karena komponen pada mesin kendaran akan menempel satu dengan yang lainnya.

Sering telat ganti oli juga bisa menyebabkan munculnya oil sludge, yang dapat menyumbat saluran pelumasan.

Baca Juga: Cara Benar Menggunakan Engine Brake di Mobil Matic, Pahami Biar Enggak Overheat

Jika penyeluran oli terhambat, sudah pasti akan membuat gesekan komponen jadi kasar, dan bisa menimbulkan overheat.

Bila motor fan rusak atau lemah, hati bisa bikin mesin overheat
Dok. OTOMOTIF
Bila motor fan rusak atau lemah, hati bisa bikin mesin overheat

4. Motor fan (kipas) mati atau lemah

Untuk mendinginkan radiator, membutuhkan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh motor fan.

Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat mendinginkan suhu mesin.

Akibatnya, suhu di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.

Kalau motor kipas atau motor fan ini kondisinya lemah atau tidak optimal, maka fungsi pendinginan radiator oleh kipas juga tidak akan bekerja dengan baik.

Ada beberapa gejala kalau kipas radiator atau motor kipasnya lemah, yang paling jelas adalah menyalanya indikator suhu mesin yang menunjukan kondisi mesin overheat.

Baik pada saat kondisi jalan macet atau berjalan pelan. Namun suhu mesin kembali normal (turun) ketika mobil melaju pada kecepatan di atas 50 km/jam.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa