Bahan Bakar Baru dari Sawit Mulai Diuji Coba Pemerintah, Nilai RON-nya Ngalahin Pertamax Turbo

Parwata,Muslimin Trisyuliono - Kamis, 27 Januari 2022 | 17:00 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan uji coba pembuatan bensin dengan minyak sakit industri (Bensa)
Dok. Kementerian ESDM
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan uji coba pembuatan bensin dengan minyak sakit industri (Bensa)

Otomania.com - Bahan bakar baru dari sawit mulai diuji coba pemerintah, nilai RON-nya ngalahin Pertamax Turbo.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Bentuk kerja sama tersebut adalah melakukan uji coba pembuatan bensin dengan bahan minyak sawit industri (Bensa).

Dikatakan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, bahwa bensa merupakan salah satu jenis bahan bakar nabati (BBN).

Yang mana bensa ini perlu didorong pengembangannya oleh pemerintah.

Bensa diarahkan tidak hanya sekadar uji coba saja, melainkan akan diproduksi secara massal.

"Saat ini bensa masih menjadi pilot project, masih butuh perjuangan yang panjang untuk menuju tahap komersial," ujar Arifin dalam keterangan resminya, Rabu (25/01/2022).

"Tetapi dari skala laboratorium, dari pilot plant, tentunya kita sudah bisa mengambil parameter-parameter penting menuju ke arah skala produksi komersial," sambungnya.

Bensa bakal memiliki kualitas oktan yang lebih bagus dibanding bensin yang ada saat ini, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan Pertamax Turbo dengan RON 98.

Baca Juga: Gampang Banget Bikin Irit Kendaraan Cuma Modal Campur BBM dengan Minyak Kayu Putih, Begini Faktanya Menurut Ahli

Selain itu, produksi bensa direncanakan akan berkapasitas 238,5 kilo liter per hari dan dibangun di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan serta Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

"Dari skala pilot plantnya yang ada sekarang ini 1.000 liter umpan per hari, itu sudah bisa dihasilkan juga bahan bakar bensa yang pada saat katalisnya masih segar bisa menghasilkan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 115, bahan bakar yang berkualitas tinggi," ungkap Arifin.

Dengan uji coba bensa diharapkan bisa mendorong kemandirian energi dengan mengurangi impor, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG yang terbukti membebani keuangan negara.

"Untuk itu langkah ini sudah tepat, tinggal bagaimana kita melaksanakanya agar proyek ini memiliki nilai komersial yang kompetitif," pungkas Arifin.


Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa