Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bensin-bensin Yang Pernah Dijual Pertamina, Dari Premix, Super TT Sampai Pertamax Racing, Apa Bedanya?

Dimas Pradopo - Minggu, 4 Juli 2021 | 11:09 WIB
Ilustrasi jenis bensin yang dijual Pertamina
GridOto.com
Ilustrasi jenis bensin yang dijual Pertamina

Otomania.com - Yuk Nostalgia Bensin Yang Pernah Dijual Pertamina, Dari Premix, Super TT Sampai Pertamax Racing.

Kiprah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang awalnya bernama PT Perusahaan Minyak Nasional (Permina) ini sudah dimulai sejak 63 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1957.

Sebagai produsen bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor di Indonesia, PT Pertamina (Persero) punya banyak produk.

Salah satu produk yang ditawarkan adalah gasoline atau petrol, juga biasa disebut 'bensin'.

Yuk kita sama-sama tengok lagi jenis-jenis bensin yang pernah dijual PT Pertamina?

Simak daftarnya berikut;

Baca Juga: Jangan Asal ke SPBU Pertamina, Ternyata Ada Warna Merah dan Biru, Ini Bedanya

Super dan Super TT

Pernah dengar nama bensin Super? Kalau pernah membelinya berarti umur Anda sudah tak lagi muda hehe..

Pertamina pernah merilis bensin dengan nama Super pada 1980-an. Super hadir dengan nilai oktan 95, bisa dibilang setara dengan Pertamax Plus untuk ukuran saat ini.

Lalu muncul perjanjian internasional yang mewajibkan bensin tanpa timbal.

Maka pada 1990-an Super berubah menjadi Super TT (Tanpa Timbal) dengan kandungan oktan meningkat menjadi 98.

Premix

Bensin dengan nama Premix ini ternyata ada artinya, yaitu singkatan dari Premium Mixture yang rilis pada awal 1990-an.

Premix hadir dengan tambahan zat Methyl Tertier Buthyl Ether (MTBE).

Awalnya Premix memiliki angka oktan minimal 92 layaknya Pertamax. Lalu pada 1994, nilai oktannya naik menjadi 94 setelah disahkan oleh Dirjen Migas.

BB2L

Mungkin tak banyak yang tahu Pertamina pernah menawarkan bensin dengan nama BB2L dengan nilai oktan 80-85.

BB2L sendiri merupakan singkatan dari Bensin Biru 2 Langkah.

Sesuai dengan namanya, bensin ini diperuntukkan kendaraan 2-tak. Bensin jenis ini mengandung timbal 0,013 gram/liter.

Ilustrasi SPBU Pertamina
Rudy Hansend/GridOto.com
Ilustrasi SPBU Pertamina

Baca Juga: Viral Isi Bensin Cuma Rp 1.000, Emang Boleh? Pertamina Kasih Tahu Jawabannya

Premium

PT Pertamina sampai saat ini masih menawarkan Premium sebagai BBM untuk kendaraan bermesin bensin.

Produk ini menjadi bensin dengan angka oktan paling rendah yakni 88.

Premium diproduksi sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Spesifikasi Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 88.

Punya angka oktan rendah, Premium dapat digunakan pada kendaraan dengan kompresi rendah kisaran 9:1.

Pertalite

Sedikit di atas Premium, ada Pertalite yang merupakan bensin dengan oktan 90.

Jenis bahan bakar ini lebih baik digunakan untuk kendaraan dengan kompresi 9:1 hingga 10:1.

Bisa dibilang lebih cocok untuk mayoritas kendaraan bermotor di Tanah Air dibanding Premium.

Bensin ini mendapat tambahan zat aditif untuk mencegah korosi.

Sehingga Pertalite diklaim mampu menempuh jarak yang lebih jauh dengan tetap mempertahankan kualitas.

Pertamax

Pertamax merupakan bensin berstandar internasional dengan angka oktan minimal 92.

Bensin jenis ini sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

Dengan ecosave technology, Pertamax mampu membersihkan bagian dalam mesin (detergency).

Selain itu Pertamax juga dilengkapi dengan pelindung anti karat pada dinding tangki kendaraan, saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin (corrotion inhibitor).

Serta diklaim mampu menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna (demulsifier).

Baca Juga: Video Detik-detik Truk Tangki Pertamina Muat 16 Ribu Liter Solar Terbalik, Kenek Beberkan Penyebabnya

Pertamax Plus

Pertamax Plus hadir sebagai bahan bakar non-subsisi dengan angka oktan 95.

Kelasnya berada di atas Pertamax dan dibuat sesuai standar International Worldwide Fuel Charter (IWWFC) dan emisi Euro II.

Bensin ini cocok untuk kendaraan dengan mesin injeksi hingga yang sudah menggunakan turbocharger dan yang memiliki rasio kompresi sekitar 10:1 hingga 11:1.

Namun pada 2016, Pertamax Plus distop produksinya dan digantikan Pertamax Turbo.

Ilustrasi mengisi bensin Pertamax
Pertamina
Ilustrasi mengisi bensin Pertamax

Pertamax Turbo

Kemudian ada juga Pertamax Turbo yang memiliki tingkat oktan 98.

Bensin ini dikembangkan dengan formula yang disebut Ignition Boost Formula (IBF).

IGF adalah hasil kerjasama Pertamina dengan Lamborghini untuk memenuhi persyaratan mesin berteknologi tinggi.

Menjadi produk bensin kelas atas, Pertamax Turbo memiliki beberapa kelebihan.

Sebut saja meningkatkan kecepatan maksimal, akselerasi, hingga tenaga karena hasil pemakaran yang lebih sempurna.

Ilustrasi Pertamax Racing
Motorplus-online.com
Ilustrasi Pertamax Racing

Pertamax Racing

Sobat mungkin asing dengan Pertamax Racing karena tidak dijual secara umum.

Bensin yang satu ini bukan untuk kendaraan yang melaju di jalan raya karena khusus untuk kendaraan balap atau mesin dengan kompresi lebih tinggi dari 13:1.

Federasi balap internasional mengakui diklaim Pertamina bahwa bensin ini punya kadar oktan lebih dari 100.

Dengan kadar oktan tinggi menjadikan mesin lebih responsif, stabil, dan memiliki daya tahan yang tinggi.

Ilustrasi deretan pilihan bensin di SPBU Pertamina
Pertamina
Ilustrasi deretan pilihan bensin di SPBU Pertamina

Baca Juga: Ternyata Ini Bedanya SPBU Pertamina Warna Merah dan Biru, Jangan Bingung

BioPremium

Pertamina juga pernah menjual produk yang diberi nama BioPremium dan diluncurkan pada 2006.

Pada dasarnya sih sama saja dengan Premium, namun ditambah dengan bio ethanol dengan perbandingan 98:2

BioPremium dibuat berdasarkan standar yang dicantumkan dalam Dirjen Migas No. 3674 K/24/DJM/2006.

BioPremium dihapus pada 2010 karena kesulitan suplai Ethanol Unhydrous sebagai campuran.

BioPertamax

Lalu Pertamina juga pernah menjual bensin bernama BioPertamax.

Mirip dengan BioPremium, bensin yang satu ini campuran dari Pertamax dengan ethanol sebanyak 5 persen.

BioPertamax ini muncul pada Desember 2006 setelah peluncuran BioPremium dan BioDiesel.

Nasibnya pun sama dengan BioPremium, harus dihilangkan karena kesulitan mendapat suplai bahan campuran.

 

Jadi, kalian pernah pakai yang mana?

 

Editor : Dimas Pradopo
Sumber : Motorplus-online.com,pertamina.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa