Jakarta Sumbang 75 Persen Polusi, Sudah Siap Masuk Era Kendaraan Listrik?

Indra Aditya - Senin, 15 Juli 2019 | 08:00 WIB
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mik
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mik

Otomania.com - Ibu Kota Indonesia yakni Jakarta, menjadi pusat pemerintahan dan roda perekonomian.

Gemerlap yang dijanjikan Jakarta membuat banyak orang berduyun-duyun menggali 'emas' yang ada di Jakarta.

Hal tersebut memaksa mobilitas yang tinggi khususnya dengan alat transportasi darat di sini.

Mulai dari kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan roda empat tumplek-blek memadati jalanan Jakarta demi mengejar mobilitas dan arus Rupiah di 'sungai' perekonomian Jakarta.

Baca Juga: Street Manners: Kurangi Risiko Kecelakaan, Ini Sarana Komunikasi Di Kendaraan

Ramainya hilir-mudik kendaraan bermotor di Jakarta membuat kota ini pun sesak akan asap kendaraan bermotor di ruang udaranya.

Seperti oksigen adalah hasil perahan dari sisa-sisa pembakaran kendaraan bermotor yang makin hari makin banyak di tanah Betawi ini.

Jumlah kendaraan di Jakarta pun tak main-main, dari data yang dihimpun Dinas Lingkungan Hidup kurang lebih sekitar 20 juta kendaraan bermotor ada di sana.

Dan imbasnya, alat pengangkut manusia dan barang ini menjadi Top Global penyumbang polusi udara di Jakarta.

Baca Juga: Street Manners: Kendaraan Pejabat Apalagi Rakyat, Gak Boleh Pakai Lampu Strobo, Jangan Ditawar

Editor : Indra Aditya

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X