Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Hah... Pemerintah Bikin Aturan Baterai Kendaraan Listrik Bakal Mirip Gas LPG, Maksudnya?

Fedrick Wahyu - Senin, 28 Mei 2018 | 07:00 WIB
Motor listrik Gogoro yang mengoperasikan stasiun swap, mengganti yang lama dengan baterai baru yang
Nikkei
Motor listrik Gogoro yang mengoperasikan stasiun swap, mengganti yang lama dengan baterai baru yang

Otomania.com - Kebijakan pemerintah soal kendaraan listrik terus digenjot agar kendaraan listrik bisa segera hadir di Indonesia.

Salah satunya kebijakan yang diungkapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Kemenperin mengatakan penggunaan baterai motor listrik di Indonesia akan seperti gas LPG.

Maksudnya, pemilik kendaraan listrik yang kehabisan baterai cuma harus menukarnya.

Lalu baterai yang habis ditinggalkan dan bisa digunakan orang lain jika sudah terisi penuh.

(BACA JUGA:Sadis...Pabrikan India Mau Bikin Motor Listrik Supercanggih, Diklaim Tembus 250 Km/jam)

"Jadi seperti penggunaan tabung gas LPG pada kompor," kata Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin.

Proyek percontohan ini akan disebut sebagai 'battery sharing'.

Dan nantinya diterapkan di beberapa kota besar, seperti Bandung, Denpasar dan akan menyusul Yogyakarta.

Tapi tahap awalnya dicontohkan untuk kendaraan roda dua dulu.

Tujuannya sih supaya nanti pengguna kendaraan listrik semakin mudah dan nyaman.

"Jangan sampai ketika sudah bicara otomotif, ternyata infrastrukturnya belum siap," kata Harjanto.

(BACA JUGA: Ini Jenis-Jenis BBM Yang Dijamin Pemerintah Harganya Tetap Sama Hingga 2019)

Untuk meningkatkan kemampuan komponen dalam negeri, produksi baterai kendaraan listrik juga bakal digenjot.

"Industri komponen baterai juga harus disiapkan karena menjadi core component dalam mobil listrik," papar Harjanto.

Cara tersebut juga pernah dikatakan Ignasius Jonan, Menteri Energi Sumber Daya Mineral.

"Kalau orang mikirnya setiap rumah nanti harus punya colokan listrik berdaya 3.000 atau 5.000 watt, ya tidak jadi-jadi," kata dia.

Intinya, cara itu dinila lebih ampuh untuk mengatasi permasalahan keterbatasan infrastruktur kendaraan listrik.

Editor : Iday
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa