Ketika Pelek Jari-jari Tak Lagi Trendy

Donny Apriliananda - Jumat, 3 November 2017 | 15:10 WIB
Pelanggan tengah memilih pelek di salah  satu toko aksesoris motor di bilangan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017).
Fachri Fachrudin
Pelanggan tengah memilih pelek di salah satu toko aksesoris motor di bilangan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017).
 
Otomania.com - Tren penggunaan pelek saat ini menggunakan model pelek palang (racing). Alasannya, lebih sporty dan minim perawatan. Tetapi, buat sebagian orang masih ada yang mencari pelek model jari-jari.
 
Ada yang masih menganggap pelek jari-jari bikin motor lebih sedap dipandang. Alasan lainnya, bobot jauh lebih ringan dibanding pelek palang.
 
"Pakai pelek jari-jari, biar tampil beda kalau dilihat," ujar Wahyu, saat ditemui di salah satu toko aksesoris motor di bilangan Jalan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2017).
 
Wahyu mengaku sudah beberapa kali datang ke pusat aksesori motor ini untuk membeli pelek jari-jari. Pelek jari-jari sudah dipasangkan ke motor Honda CBR150R miliknya. Kali ini, dia membeli pelek untuk motor Yamaha Vega milik koleganya.
 
 
Wahyu melanjutkan, bila punya paduan warna yang apik, pelek jari-jari akan tampak mencolok. Misalnya, lingkar pelek atau rim ring berwarna hitam, sementara jari-jarinya berwarna emas atau gold, paduan warna tersebut menimbulkan kesan mewah dan elegan.
 
Meskipun pelek jari-jari memiliki nilai tersendiri, namun jika ditinjau dari aspek kenyamanan maka lebih baik menggunakan pelek palang. "Kalau kenyamanan, lebih pakai pelek bintang (palang), lebih stabil karena lebih kuat, lebih berat," kata Wahyu.
 
Tak lagi gencar
Sementara Hengky, salah satu pegawai toko aksesories motor di bilangan Otista mengungkapkan bahwa pelek jari-jari tetap diminati meskipun penjualannya tidak segencar tahun lalu.
 
Ia mengatakan, jika dihitung rata-rata penjualan pelek jari-jari hanya sebanyak satu set atau dua set dalam sehari. Tahun lalu, tokonya bisa menjual lebih dari tiga set dalam satu hari. "Udah enggak kencang (kurang pembelinya) kaya dulu-dulu," kata Hengky.
 
Hengky juga mengakui bahwa setiap konsumennya memiliki alasan tersendiri ketika memilih pelek jari-jari untuk dipasangkan di tunggangannya. Namun alasan yang paling umum adalah menjadikan motor lebih bergaya.

"Biar manis kalau dibandinkan pelek palang. Kalau alasan lebih ringan pelek jari-jari, selisih dikit saja, enteng-enteng dikit," kata dia.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Donny Apriliananda
Sumber : KompasOtomotif

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa