Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Salah Kaprah Pengendara Motor Saat Hujan

Aris F Harvenda - Jumat, 8 Juli 2016 | 09:18 WIB

Jakarta, Otomania — Hujan seolah jadi mimpi buruk bagi pengendara sepeda motor, kendati sudah berbekal peralatan lengkap (pelindung air hujan). Namun terkadang di antara pengemudi masih kerap melakukan hal yang salah kaprah.

”Banyak yang salah kaprah, terutama soal perlengkapan berkendara, tapi diteruskan,” kata Instruktur Senior Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, beberapa waktu silam.

Ada beberapa perlakuan salah kaprah menurut Sony dan beberapa sumber yang kerap dilakukan pengendara motor.

1. Bentuk mantel

Meski sudah banyak pengarahan, tetap saja mantel model ponco (one-piece) masih tetap digemari. Ringkas dan murah masih jadi alasan utama.

Ujung mantel, dikatakan Sony, sangat rawan terbelit jeruji ban atau rantai. Bahkan tidak menutup kemungkinan tersangkut ke pengendara lain.

2. Warna

Jaket hujan (mantel) berwarna terang kerap dihindari dengan alasan malu. Padahal, semakin ngejreng semakin baik.

”Minimal 30 persen bagian punggung bisa memantulkan cahaya. Jaket hujan sekarang kebanyakan cuma ada beberapa setrip yang memantul, itu kurang. Percayalah, warna mencolok sangat berpengaruh mempermudah untuk dilihat,” beber Sony.

3. Alas kaki

Pengendara lebih memilih tidak menggunakan alas kaki atau sandal daripada sepatu. Takut basah dan rusak terkadang jadi pertimbangan sebagian kalangan.

Langkah tersebut justru berbahaya. Tidak ada perlindungan untuk kaki, akan sangat bahaya jika terjadi kecelakaan. Ada pula yang mengikat sepatu dengan kantong plastik, yang justru membuat bagian tapak menjadi licin.

Beberapa ada yang tetap memakai sepatu, namun kalau ada cipratan air mengangkat kaki. Gerakan itu berbahaya karena bisa memengaruhi keseimbangan.

4. Tekanan ban

Banyak anggapan salah, tekanan udara pada ban berkurang, daya cengkram lebih baik. Dalam benak mereka banyak permukaan ban yang menempel di aspal. Faktanya, pattern atau pola kembangan untuk memecah air malah tidak berfungsi baik karena tekanan angin yang kurang.

5. Warna lampu.

Pemasangan dan pemilihan warna lampu-lampu yang ada di motor sudah diesuaikan dengan standar keselamatan. Lampu depan dengan cahaya kekuningan terbukti mampu menembus saat hujan lebat, ketimbang lampu HID warna putih kebiruan.

Editor : Aris F Harvenda

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa