Ini Konsekuensinya bila Ganti Pelek Mobil

Setyo Adi Nugroho - Jumat, 18 Maret 2016 | 18:52 WIB


Jakarta, Otomania
– Penggantian pelek biasanya merupakan opsi pertama dalam modifikasi kendaraan karena akan langsung terlihat secara kasatmata. Namun, mengganti pelek standar ada konsekuensinya, simak ulasan di bawah ini.

“Penggantian pelek kendaraan melebihi standar tidak dilarang, namun perlu diketahui konsekuensi yang ditimbulkan,” ujar Roger, pemilik bengkel Timur Jaya Motor, Cibubur Automotive Center, saat ditemui Otomania, Kamis (17/3/2016).

Perubahan pelek disarankan untuk tidak melebihi dua kali ukuran pelek pabrikan. Misalkan, ukuran standar pelek pabrikan 16 inci maka sebaiknya perubahan pelek tidak melebihi 18 inci. Perubahan melebihi standar ukuran ini sudah masuk pada modifikasi ekstrem dan berbahaya untuk penggunaan sehari-hari serta membuat tidak nyaman.

Perubahan pelek juga akan membuat perubahan pada ukuran ban, termasuk profil ban yang digunakan. Pelek besar biasanya menggunakan ban dengan profil yang lebih tipis. Ban yang lebih tipis ini akan membuat kemampuan menyerap getaran akan berkurang. Ini akan berefek pada bagian kaki-kaki.

“Dibayangkan bahwa pelek yang besar itu seperti palu yang lebih besar, pelek standar adalah palu normal. Ketika menghajar lubang di jalan, tenaga yang dihasilkan tentu lebih besar bukan? Tenaga ini yang tidak bisa diakomodir komponen bawaan yang belum disesuaikan kemudian rusak,” terang Roger.

Diameter yang lebih besar ini akan membuat beban putar sistem kemudi lebih berat. Komponen seperti roda gigi kemudi, tie-rod, ball-join, dan bearing roda akan berumur pendek.

Kemudian, dari sistem pengereman, dengan ukuran pelek yang lebih besar akan membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang. Ini karena tambahan bobot dan diameter pelek dibebankan pada sistem rem standar. Akhirnya waktu pengereman jadi lebih lama.

Pelek besar juga membuat akselerasi kendaraan menurun. Tenaga lebih banyak dibutuhkan dari mesin karena bobot pelek dan perubahan diameter ban. Akhirnya, tanpa terasa mesin lebih banyak minum bahan bakar ketimbang saat memakai pelek standar.

Untuk itu, selain memikirkan mengenai penampilan kendaraan, ada baiknya pemilik kendaraan memikirkan beberapa hal terkait perubahan pelek. Pemilihan bahan pelek, ukuran pelek, dan ukuran ban memengaruhi kinerja kendaraan. Sebaiknya konsultasikan dengan mekanik bengkel tepercaya agar tidak merasakan kerugian di kemudian hari.

Editor : Azwar Ferdian

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X