Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Hindari Beberapa Faktor Perusak Pelek

Aris F Harvenda - Selasa, 31 Maret 2015 | 09:05 WIB
Jakarta, KompasOtomotif - Kendati tak langsung bersentuhan dengan lintasan atau aspal karena dibalut ban, pelek juga bisa rusak. Beberapa gejala seperti retak, peyang, robek dan pecah, kerap muncul pada pelek. Bila itu yang terjadi maka pelek tidak berfungsi dengan baik, bahkan bisa membahayakan dan berakibat celaka. Solusinya adalah mengganti atau mereparasi. Namun tidak semua perbaikan mampu mengembalikan pelek ke kondisi semula dan balance.

Perbaikan atau penggantian biasanya membuat pemilik harus merogoh kocek lebih dalam. Alangkah bijak jika kita melakukan beberapa pencegahan dan memperhatikan beberapa hal yang bisa membuat pelek rusak. Berikut penuturan Alfin Mulia Rahman, punggawa Rota Wheels, soal hal yang membuat pelek rusak.

1. Jalan rusak. Kerap melintas di jalan rusak, berlubang dan berbatu merupakan salah satu penyebab rusaknya pelek. Kondisi yang sering timbul adalah peyang di sekitar bibir pelek. Terlebih bila sering melintas di kondisi jalan rusak dengan kecepatan lebih dari 30 kpj. "Tumbukan keras akan terjadi dan dapat dipastikan membuat pelek bengkok atau peyang. Biasanya di bagian bibir, baik sisi luar maupun dalam," terang Alfin. Apalagi profil ban yang dipakai tergolong tipis.

Mengerem (hard braking) saat menghajar lubang karena melaju terlalu cepat, juga sering membuat pelek pecah ataupun bengkok, terutama ban depan. Itu disebabkan titik berat saat mengerem bertumpu di ban depan, lalu menghantam lubang di permukaan yang agak tajam. Kondisi terparah, ban bisa pecah dan benjol di bagian dinding (side wall). Jika jarak pengereman tidak mencukupi ketika hendak menghajar lubang, ada baiknya melepas tekanan pedal rem sesaat sebelum masuk lubang. Langkah tersebut mampu meminimalisasi dampak benturan, karena titik berat sudah bergeser.

2. Ban. Penggunaan karet bundar yang tidak sesuai dengan karakter pelek bisa berpeluang merusak bahkan mengganggu kenyamanan berkendara dan keselamatan. Ketika hendak mengganti ban, lebih baik ikuti spesifikasi bawaan pabrik. Jika pelek tak lagi standar, diskusikan dengan mekanik perihal spek ban yang cocok. Kecenderungan pelek rusak karena penggunaan profil ketebalan ban yang terlalu minim dan tapak yang terlalu lebar atau terlalu "narik" (gaya hella flush). Memasang ban off-road berukuran terlalu besar juga tidak disarankan jika tidak sesuai dengan karakter dan material pelek.

3. Tekanan angin. Selalu periksa tekanan angin ban. Karena jika kurang bisa menyebabkan pelek bengkok di bagian bibir atau pengok. Penyebabnya hampir sama dengan ketika menggunakan ban profil tipis. Sebaiknya pastikan tekanan angin sesuai dengan instruksi pabrikan yang terdapat di dinding bagian dalam pintu.

Editor : Aris F Harvenda

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa