Kesaksian Guru SD Bikin Gemetar, Gempa Cianjur Cuma Dikira Ban Kempes Ternyata Ada Angkot dan Truk Tertimbun Tanah 

Parwata - Sabtu, 26 November 2022 | 10:30 WIB

Honda Brio, Honda BeAT dan sejumlah kendaraan lain menderita kerusakan akibat musibah gempa di Cianjur, Senin (21/11/2022). (Parwata - )

Otomania.com - Kesaksian Guru SD Bikin Gemetar, Gempa Cianjur Cuma Dikira Ban Kempes Ternyata Ada Angkot dan Truk Tertimbun Tanah. 

Heri Kurnia (48) yang pulang bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar di wilayah Cipanas melintasi Jalan Cipanas-Cianjur seperti hari biasanya.

Ia tak merasa sama sekali kala itu ada gempa hebat yang mengguncang kawasan Cianjur yang berujung menewaskan ratusan orang.

"Memang saya tak merasakan getaran sama sekali karena saya waktu itu lagi kendarai motor," kata Heri di lokasi pengungsian Desa Cijedil, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
Heri Kurnia (48) saksi mata longsornya tebing di wilayah Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat

"Cuma waktu itu saya ngerasa ban motor kayak kempes soalnya jalannya agak oleng," ujarnya pada Jum'at (25/11/2022).

Setelah sekitar 50 meter dirinya mulai melihat ada yang tidak beres di sekitar lokasi ia berkendara.

Saat melintasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Ciherang, ia melihat sebuah warung bakso yang kondisinya ambruk.

Selain itu, warga di sekitar area tersebut pun terlihat berhamburan ke pinggir jalan seakan sedang terjadi sesuatu yang tidak beres.

"Di situ saya tanya orang 'pak ada apa?' terus dijawab gempa," kata Heri. Namun pernyataan warga itu belum juga menyadarinya bahwa bencana alam berat sedang terjadi di lokasi itu.

Baca Juga: Dievakuasi dari Longsor Gempa Cianjur, Angkot Pengangkut Siswa Ditemukan Ringsek, Keberadaan Korban Masih Tanda Tanya

Heri masih memganggap bahwa gempa yang terjadi itu hanyalah gempa biasa yang tak berdampak parah.

"Di situ saya masih biasa aja, karena saya pikir 'ah paling gempa biasa'," gumam Heri saat itu.

Tak berhenti di sana, Heri kembali melanjutkan perjalanan menemukan kejadian di luar dugaan saat melintasi area Desa Cibereum.

Ketika melintasi wilayah itu, ia merasa heran, karena sudah tidak ada lagi kendaraan yang melintas naik ke atas alias arah Cianjur menuju Cipanas.

Di lain sisi, jalur yang ia lintasi sudah mulai macet parah dan saat itu pun ia belum mengetahui apa yang terjadi pada saat itu.

Singkat cerita, setelah ia coba menembus kemacetan dengan melewati sisi kanan jalan bersama pengendara lain.

Akhirnya laju motornya terhenti di area jalan, tepatnya di dekat Villa Putih yang sudah tertimbun material longsor. Saat berhenti itu, Heri pun berinisatif melihat situasi sekitar di lokasi longsor tersebut.

Ketika dirinya melongok ke arah bawah jurang, ia melihat sebuah truk pasir dan angkot sudah tertimbun tanah.

"Yang saya lihat di bawah itu ada truk engkel (pasir) dan angkot udah ketimbun," bebernya.

Baca Juga: Viral Sejumlah Pria Cegat Ambulans Relawan Gempa Cianjur, Minta Bantuan Diturunkan

"Liat ke bawah itu udah ada dua truk kalau gak salah sama angkot jadi kepala angkotnya itu udah bertumpuk gitu," imbuhnya.

Lanjut Heri, setelah dia melihat angkot dan truk pasir tertimbun tanah di bawah jurang, ia pun menelusuri bagian lain area longsor tersebut.

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kondisi mobil angkot yang ringsek dikabarkan membawa belasan penumpang

Benar saja, tak lama dirinya menemukan satu orang yang tertimbun material longsor dan sudah tidak bergerak sama sekali.

"Abis saya liat liat di sekitar situ, gak lama ada satu orang tergeletak udah ketimbun. Terus saya sama pengendara lain coba angkat orang ini, tapi pas diangkat sudah kondisi meninggal," ujarnya.

Heri menjelaskan, pada saat itu dirinya tak sempat apakah di lokasi tersebut sedang banyak masyarakat atau tidak. Sebab yang ia tau saat itu kondisi ramai hanya oleh pengendara yang lewat saja. Ia pun tak mengira banyak jiwa yang melayang akibat longsor tersebut.

"Waktu saya di sana, saya lihatnya ramai sama pengendara aja. Soalnya pas saya tiba kondisi jalan dan di sekitar situ udah parah sama longsor," jelas Heri.

Usai kejadian itu, tak lama berselang sekitar 20 menit kata Heri, sejumlah personel Brimob datang untuk memberikan bantuan dan berusaha mensterilkan lokasi tersebut.

Heri yang buru-buru melanjutkan perjalanan ke rumahnya di Desa Cijedil RT02/04, tak bisa lagi melintasi area tersebut.

"Saya waktu itu pikir, kalo kondisinya begini pasti rumah saya pasti roboh. Saya juga kepikiran Ibu sama Istri saya nah dari situ saya langsung balik kanan," ungkapnya.

Baca Juga: Sebelumnya Ditutup untuk Umum Karena Longsor, Jalur Puncak-Cianjur Kembali Dibuka

"Tadinya saya mau nyebrang reruntuhan tapi dicegah sama Brimob. Lalu saya putar balik ke atas saya lewat Mangunkerta," pungkas Heri.

Pasalnya, saat itu anggota Brimob melarang pengendara melintasi jalan tersebut karena dinilai berbahaya.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Heri Warga Cijedil Jadi Saksi Mata Longsor Gempa di Cugenang, Lihat Angkot di Jurang,