Kegundahan Sopir Angkot di Tengah Aturan PSBB, Buat Makan Saja Susah Apalagi Untuk Orang Rumah

Adi Wira Bhre Anggono - Selasa, 14 April 2020 | 16:30 WIB

Effendi (55), sopir angkot jurusan Serpong-Kalideres mengeluhkan sepinya penumpang. (Adi Wira Bhre Anggono - )

Tidak ada lagi yang bisa ia andalkan selain mengandalkan peruntungan mendapat beberapa penumpang untuk sekadar makan.

"Mata pencaharian sudah makin berkurang. Sekarang dapetnya paling Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu sehari. Paling banyak 3 sampai 5 (penumpang), jauh menurunnya dari sejak kejadian corona itu," kata pria yang rambutnya mulai memutih itu.

Sangking frustasinya, ia mengatakan bila kebijakan pemerintah dalam menerapkan PSBB mematikan ekonomi rakyat kecil seperti dirinya.

Baca Juga: MyPertamina Kasih Cashback 50 Persen Buat Ojek Online, Khusus Pertalite dan Pertamax Series

"Pokoknya sopir angkot merasa keberatan, karena benar-benar anjlok jauh banget penghasilan," kesalnya.

"Istilahnya Rp 30 ribu sekarang bakal makan, sudah enggak ada simpanan. Istri di kampung, yang efeknya di sini ya kepala keluarganya (KK) ini. Cukup buat diri sendiri, ngirim ke keluarganya enggak," imbuh Lili.

"Sudah sebulan saya enggak pernah ngirim (uang) ke keluarga di kampung. Baru kirim sekali dalam sebulan ini, itu juga Rp 100 ribu saja. Mau bagaimana lagi, ekonomi memang sedang susah begini," sambungnya lagi.

Sama seperti Effendi, Lili juga tidak begitu mengharapkan dana bantuan sosial yang dijanjikan pemerintah kepada golongan tidak mampu.

Baca Juga: Menarik Banget! Mobil Bekas Rp 80 Jutaan, Ada Avanza tipe G, Datsun Go Sampai Nissan X-Trail

Lili mengatakan, sebelumnya, banyak dari pihak organisasi setempat telah mendata dirinya sebagai penerima bansos tersebut.

Namun, bantuan tersebut hanya dianggap khayalan dikarenakan tak kunjung ia terima.

"Mengajukan (bansos) sih sudah ada. Ya sebagian besar dari Organda (Organiasasi Angkutan Darat) terus dari koperasi. Pengajuan mah sudah ada, tapi belum ada yang turun bantuan," jelasnya.

Ia pun berharap belas kasih pemerintah dapat menoleh kepada rakyat kecil seperti ia dan sejawatnya.

Baca Juga: Toyota Harrier Versi 2021 Meluncur Juni 2020, Seperti Ini Speksifikasi Dan Tampilannya

Sebab dirinya tak lagi mampu bersaing mendapati pekerjaan dibidang lain, mengingat usianya yang sudah memasuki tahap lansia.

"Ya ada toleransinya lah pemerintah bagaimana kepada rakyat kecil. Sebagian besar kan rakyat kecil sopir angkot usahanya di lapangan. Kita kan enggak punya gaji, sekarang narik, ya sekarang penghasilannya. Jadi penghasilannya ini sekarang buat makan sehari saja sudah tidak memadai," tandasnya

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul "Nestapa Para Sopir Angkot di Tengah Ketatnya Aturan PSBB, Sehari Dapat Rp20 Ribu Sudah Bersyukur"


---------------------------------------

Ingin lebih lengkap dan detail ulasan otomotif seperti test drive, test ride, tips, knowledge, bisnis, motorsport dan lainnya, kalian bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF secara digital (e-magz). Caranya klik: www.gridstore.id Kalian akan mendapatkan paket berlangganan menarik.