Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Spesialis Paru Angkat Bicara Soal Penggunaan Masker di Mobil, Gini Kata Pak Dokter...

Adi Wira Bhre Anggono,Harun Rasyid - Minggu, 20 September 2020 | 21:35 WIB
Ilustrasi pakai masker di mobil
Kompas.com
Ilustrasi pakai masker di mobil

Otomania.com - Penggunaan masker di dalam mobil dinilai jadi polemik, terlebih lagi apabila di pengemudi mobil hanya sendirian tanpa membawa penumpang.

Seperti belum lama ini, video unggahan Evani Jesslyn yang ditertibkan aparat karena menurunkan masker saat di dalam mobil viral.

Dalam unggahan di akun Instagramnya @evani_jesslyn, ia mengaku sedang menyetir sendirian di dalam mobil dan hanya menurunkan masker karena merasa pengap.

Setelah video ini beredar, kejadian penertiban penggunaan masker di mobil ini menjadi polemik di masyarakat.

Selain itu, kami juga mendapat edaran di aplikasi WhatsApp yang mengkritisi penggunaan masker di mobil.

Baca Juga: Terjaring Razia Masker, Dua Pemuda Naik Honda BeAT Malah Dibekuk Polisi, Ternyata Ini Masalahnya

"Terlepas ada kecurangan dalam denda atau tidak, pakai masker walau sendirian di dalam mobil memang perlu! Protokol ini mengacu pada pencegahan penyebaran Covid-19. Jadi upaya utama adalah meminimalisir penyebaran virus," isi broadcast WhatsApp yang diterima, Jumat (18/9/2020).

Selanjutnya, broadcast tersebut mengungkapkan, kabin mobil yang tertutup tetap bisa dimasuki virus karena berbagai alasan.

"Ketika sendirian di dalam mobil sebaran virusnya sama dengan sebaran virus dalam ruang tertutup, apalagi ruang kabin cukup sempit dan ber-AC. Maka daya tahan virus yang nempel di ruang mobil lebih lama".

Polemik penertiban penggunaan masker di mobil
Gridhealth.grid.id
Polemik penertiban penggunaan masker di mobil


Artinya, mobil pribadi yang bisa dipakai atau dimasuki orang lain maupun anggota keluarga juga menjadi tempat persebaran virus di bagian kursi, stir dan dinding.

Baca Juga: Ini di Indonesia! Hukuman Gak Pakai Masker Suruh Masuk Mobil Jenazah dan Menatap Keranda Mayat

"Selain itu, profesi seperti sopir pribadi, sopir taksi atau kegiatan menjemput teman atau orangtua perlu menjaga diri untuk tidak membuka kemungkinan menulari orang lain, siapa tahu, orang yang nyopir sendirian ini sudah tertular sewaktu di luar mobil tapi jadi orang tanpa gejala (OTG)," lanjut isi broadcast tersebut.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa