Jangan Beli Kendaraan Tanpa Surat-Surat Alias Bodong, Resiko 4 tahun di Penjara Menanti

M. Adam Samudra,Parwata - Selasa, 7 Juli 2020 | 15:30 WIB
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban melakukan patroli motor bodong
Humas Polres Lumajang
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban melakukan patroli motor bodong

Otomania.com - Polres Metro Bekasi Kota meminta masyarakat untuk tidak membeli kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat alias bodong.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan adanya tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor.

Seperti disampaikan oleh Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing saat dihubungi, Selasa (7/7/2020).

"Iya benar bagi pembeli motor yang tidak mempunyai surat-surat seperti STNK dan BPKB adalah salah satu bentuk penadah," kata Kompol Erna Ruswing.

Baca Juga: Kena Jebakan Batman, Dua Penjual Motor Bodong di Facebook Dibekuk Patroli Cyber

Sesuai instruksi Kapolres, lanjut Erna, hal itu dilakukan guna menekan tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor.

Membeli kendaraan hasil curian dapat dikenakan Pasal 480 KUHP tentang Penadah Hasil Curian dengan ancaman 4 tahun penjara.

"Hukuman penjara 4 tahun bagi pembeli atau pengguna motor tanpa memiliki surat," tuturnya.

Ia menjelaskan kendaraan yang dijual secara manual maupun menggunakan media sosial wajib memiliki dokumen yang sah.

Baca Juga: Mobil Bodong Jadi Punya Surat, Sindikat Pemalsuan STNK Main Cantik Pakai Cairan Kimia dan Printer

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa