Otomania.com - Ajang balap sekelas MotoGP ternyata tidak memakai GPS lho untuk mengetahui letak motor saat di atas trek.
Mereka justru memakai sensor di kedua roda, yang ikut terintegrasi dengan electronic control unit (ECU).
Lah, kenapa tidak pakai GPS saja ya?
Padahal kalau pakai GPS kan tidak perlu repot untuk menyambung ke ECU segala.
Ternyata alasannya karena data yang ditangkap oleh GPS terlalu simpel, atau sederhana.
Baca Juga: Pemuda Tewas Usai CB150R-nya Hancur Menabrak Truk Jungkit Saat Menyalip, Sopir Truk Melarikan Diri
GPS hanya menangkap letak motor saja, padahal banyak yang data yang dibutuhkan selain posisi motor.
Seperti data mengenai kecepatan motor, sudut kemiringan saat menikung, pengereman, jarak tempuh, dan lain-lain.
Sejak tahun 2010 lalu, MotoGP sudah dilarang pemasangan GPS yang terhubung dengan ECU motor.
Misalkan hanya dipakai untuk urusan penyiaran telivisi saja.
Baca Juga: Nggak Nyangka Kalau Aslinya Cruiser Honda, Padahal Kelihatan Kekar Begini, Modal Rp 40 Jutaan
Sedangkan untuk tim balap sendiri tidak memakai GPS untuk memantau posisi pembalap.
Semua data yang berhubungan dengan motor MotoGP sudah terintegrasi dengan ECU.
Contoh misalnya saja, sensor menangkap motor melaju dengan kecepatan x, lalu menikung dengan sudut sebesar y, dan mengerem dengan kekuatan pengereman sebesar z, ECU mendeteksi kebiasaan motor itu.
Setelah masuk, data itu diproses ECU dan letak motor bisa diketahui.
Baca Juga: Ini Hitungan Modal Untuk Bikin Pertamini Resmi dari Pertamina, Sebulan Bisa Untung Sampai Rp 14 Juta
Data itu tidak sekadar menampilkan letak motor di atas trek saja, tapi banyak kegunaan lainnya sob.
Segudang data itu bisa digunakan untuk mengatur setup motor untuk kepentingan strategi saat balapan.
Sistem yang terpasang di ECU ini pastinya sudah dimiliki tiap tim.
Tim bisa mendapatkannya dari tes, latihan, maupun balapan sebelumnya.
Editor | : | Adi Wira Bhre Anggono |
Sumber | : | OtoRace.id |
KOMENTAR