Mudik Dilarang, Begini Reaksi Pengelola Tol Solo-Ngawi Soal Wacana Penutupan Akses Tol

Adi Wira Bhre Anggono - Kamis, 23 April 2020 | 10:30 WIB
Anteran kendaraan di Jalan Raya Solo-Semarang, kawasan exit tol Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019).
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Anteran kendaraan di Jalan Raya Solo-Semarang, kawasan exit tol Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019).

Otomania.com - Pengelola Tol Solo-Ngawi masih berhati-hati dalam menghadapi wacana larangan mudik dari pemerintah.

Buntut larangan mudik yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memunculkan skenario pemerintah bakal menutup akses tol oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Larangan mudik dilakukan demi mencegah penyebaran pandemi Corona di daerah.

Lantas bagaimanakah tanggapan pengelola Tol Solo-Ngawi?

Melansir dari TribunSolo.com, Direktur Utama PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN), Ari Wibowo mengaku tidak mau gegebah untuk menutup akses tol yang menghubungkan Solo, Jawa Tengah dengan Ngawi, Jawa Timur tersebut.

Baca Juga: Jarang Dipakai Karena WFH, Helm Disimpan yang Benar Ya, Begini Caranya

Ia memilih menanti mekanisme resmi penutupan akses jalan tol dari Kemenhub.

"Untuk teknisnya, kami menunggu arahan dari Kemenhub, karena untuk mekanisme penutupan dan sebagainya, bukan kewenangan masing-masing perusahaan jalan tol," tutur Ari, Rabu (22/4/2020).

"Info detail terkait petunjuk teknis belum diterima sampai saat ini," imbuhnya membeberkan.

Ari memprediksi akan ada pembatasan jumlah kendaraan umum yang melintas lewat jalur tol.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa