Ada Kebijakan ‘One Way’, Pantura Diprediksi Macet, Ini Solusinya

Indra Aditya - Rabu, 29 Mei 2019 | 21:00 WIB
Perbaikan Jalan Pantura Kabupaten Tegal jelang arus Mudik Lebaran 2019, Kamis (23/5/2019).
Tribun Jateng/ GUM
Perbaikan Jalan Pantura Kabupaten Tegal jelang arus Mudik Lebaran 2019, Kamis (23/5/2019).

Otomania.com - Akibat kebijakan satu arah (one way) saat periode mudik diprediksi bakal menyebabkan kemacetan di jalur Pantau Utara Jawa (Pantura).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menjelaskan pihaknya sudah memiliki cara untuk mengatasi kemacetan atau kepadatan kendaraan.

Cara tersebut juga sudah dikoordinasikan kepada pihak-pihak terkait.

"Jadi kami sudah hitung, satu sisi one way tidak mutlak ya," kata Budi, dilansir Kompas.com.

Dia mengungkapkan, kebijakan satu arah ini telah berubah dari perencanaan awal yang sudah ditetapkan.

Baca Juga: Makin Dekat Lebaran, Kondisi Jalur Pantura Malah Mengkhawatirkan

Jalur Pantura Selatan menuju kota di jawa tengah
regional.kompas.com
Jalur Pantura Selatan menuju kota di jawa tengah

One way awalnya dimulai dari KM 29 dan akhirnya digeser ke KM 70 Cikampek.

"Dan ada window time, yaitu (mulai) jam 9 malam sampai jam 9 pagi. Artinya, kepadatan yang diperkirakan di Pantura akan berkurang. Sehingga komplain-komplain dari (perusahaan) bus-bus itu bisa diselesaikan," jelasnya.

Menhub menyakini, skenario yang dipilih ini akan berhasil mengatasi kemacetan nantinya.

Rencana itu juga didukung dengan keadaan jalan yang dinilai sudah sangat baik, sehingga bisa jadi alternatif untuk pemudik, tanpa khawatir tentang kondisi jalan.

"Pantura sendiri, Pak Menteri PUPR sudah menyampaikan bahwa kondisi jalan dalam keadaan baik. Sehingga mereka yang menggunakan kendaraan itu lancar dan yang menuju Jakarta juga lancar," sebutnya.

"Untuk diperhatikan juga, dua arah ada di daerah selatan (Pantura). Besok saya akan ke jalur selatan untuk memastikan jalur ini sama baiknya," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jalur Pantura Rawan Macet, Begini Cara Kemenhub Mengatasinya

Editor : Indra Aditya

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X