Mantap! Polisi Incar Pengendara yang Gunakan Lampu Strobo di Jalan

Indra Aditya - Minggu, 24 Februari 2019 | 09:00 WIB
Penindakan pada mobil pribadi yang memakai strobo
Instagram / polantasindonesia
Penindakan pada mobil pribadi yang memakai strobo

Otomania.com - Beberapa waktu belakangan, kembali terlihat di jalan uleh pengemudi mobil yang menggunakan lampu rotator.

Kali ini polisi akan kembali menciduk pengemudi yang menggunakan lampu tersebut.

"Targetnya tak lama lagi kami akan melakukan penindakan terhadap pengguna rotator,  untuk saat ini kami masih fokus menindak para pengendara yang lawan arus, setelah itu baru pindah ke rotator," kata Kasi Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi dikutip dari GridOto.com di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Menurut dia razia terhadap kendaraan memasang sirene dan rotator akan terus dijalankan. 

Baca Juga : Puas Dimaki-Maki, Sipil Naik Xpander Ketangkap Basah Pakai Atribut PM Dan Nyalakan Rotator

"Tujuan kami melakukan penindakan terhadap pengguna rotator lantaran banyak pengaduan dari NTMC dari masyarakat, rotator itu kan sangat berisik apalagi ditambah dengan lampu strobo yang bikin silau pengendara lain," tegasnya.

Menurut dia, jika diorentasikan terhadap aspek aturan, rotator itu hanya difungsikan untuk kendaraan Dinas Kepolisian yang warna biru.

"Sedangkan untuk warna lain seperti pemadam kebakar sudah ada dalam undang-undangnya," paparnya

Menurut dia tindakan yang akan dilakukan adalah dengan penilangan dan dicopot.

Baca Juga : Mobil Pribadi Pakai Rotator, Strobo dan Sirine Bakal Ditindak Tegas

Sebagai catatan, polisi sudah beberapa kali menilang pengguna mobil yang menggunakan strobo atau rotator, namun sayangnya masih banyak pengguna kendaraan yang menyalakan rotator untuk meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya.

Mereka seolah-olah berlagak jadi petugas sehingga membuat pengendara lain jadi takut dan memberikan jalan.

Ada yang cenderung memaksa sehingga bisa menyebabkan kecelakaan. Lampu pun masih dijual bebas di pasaran. 

Terhadap pelanggar ketentuan tersebut dapat di kenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009. 

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Indra Aditya

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa