Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Driver Gojek Wajib Sungkem Ke Mulyono, Dia Driver Gojek Pertama

Panji - Selasa, 8 Januari 2019 | 14:50 WIB
Ini dia sosok Mulyono (kiri) sang Driver Gojek pertama bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat menghadiri pelatihan safety riding, di AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur
gridoto.com
Ini dia sosok Mulyono (kiri) sang Driver Gojek pertama bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat menghadiri pelatihan safety riding, di AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur

Otomania.com - Driver Gojek wajib sungkem ke Bro Mulyono, dia adalah driver Gojek pertama di Indonesia.

Pria berumur 52 tahun ini, cukup banyak andil dalam sejarah berdirinya perusahaan transportasi online atau daring di Indonesia alias Gojek.

Karena Mulyono merupakan driver Gojek pertama, dirinya diberi title atau kode khusus dari Gojek yakni 'driver 001'.

Mulyono berkisah tentang dirinya yang dulu seorang ojek pangkalan atau opang di Jakarta Selatan hingga bergabung dengan Gojek di tahun 2010.

"Berawal (masuk) GOJEK di Jalan Kerinci (dekat Pasar Mayestik), saya masuk Agustus 2010, (perusahaan) berawal dari garasi mobil. Kantornya masih berukuran 5x7 meter," cerita Mulyono di AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (6/1/2019).

Ia pun menambahkan jika dulu pemesanan Gojek belum menggunakan aplikasi macam sekarang ini.

Baca Juga : Jaminan Soal Aturan Driver Ojek Online, Menhub Akan Gunakan Hak Ini)

Dulunya masih harus memakai perantara oleh seorang narahubung dari pihak Gojek kalau mau pesan.

"Itukan belum pakai aplikasi, by phone. Jadi kita ditelpon call center, ditawarkan orderan, mau ambil atau tidak. Jadi kalau mau diambil, dikirim alamatnya (pemesan). Jadi begitu awal mulanya," kenang Mulyono.

Bahkan warna jaket atau seragam untuk mitra atau pengemudi ojek online Gojek dulunya berwarna abu-abu, enggak hijau seperti sekarang ini.

Bagi Mulyono profesinya enggak cuma meninggalkan kesan suka dan duka, tetapi dengan beralih menjadi ojek online Mulyono sanggup membantu perekonomian keluarganya.

"Dengan tarif Rp 4.000 per kilo (meter), wah luar biasa, sejahtera. Ya (penghasilan terbesar) di kisaran Rp 6 juta sampai Rp 7 juta," terang Mulyono.

Baca Juga : Kapolda Sumsel Patah Tulang Ditabrak Ojek Online, Penabrak Malah Kabur

Apalagi waktu itu aplikasi Gojek sangat populer di masyarakat dan belum ada kompetitor ojek online lainnya, pada bilangan 2012 hingga 2014.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi pun pernah memberikan Mulyono sebuah telepon genggam baru dari hasil profesinya ini.

Puncak kecintaan Mulyono terhadap perusahaan tempat ia berkarir saat ini adalah ketika menamai anak terakhirnya, dengan nama Nadiem Saputra.

Serupa dengan nama depan pendiri Gojek, Nadiem Makarim.

Ia berharap agar profesi sebagai ojek online memiliki regulasi yang jelas dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Perhubungan.

"Mudah-mudahan dengan dibuatnya regulasi, perusahaan (penyedia jasa ojek online) lebih memperhatikan mitra-mitranya. Tolonglah kami-kami ini dimanusiakan dalam segi hal apapun, tentang penghasilan, kenyamanan, dan sebagainya," tutup Mulyono.

Baca Juga : Banyak Driver Ojek Online Motoran Main Ponsel, Kemenhub Bikin Aturan

Editor : Panji
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa