Sekali Dayung Dua Tiga Pula Terlampaui, Perluasan Ganjil Genap Juga Turunkan Polusi

Fedrick Wahyu - Rabu, 11 Juli 2018 | 19:15 WIB
Uji Coba perluasan ganjil genap
(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)
Uji Coba perluasan ganjil genap

Otomania.com - Uji coba perluasan ganjil genap sejak tanggal 2 Juli 2018 ternyata tak hanya menurunkan tingkat kemacetan.

Hal baik lain dari perluasan ganjil genap dalam rangka menyambut Asian Games tersebut adalah dengan menurunnya tingkat polusi di Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, perluasan sistem tersebut efektif memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota.

Berdasarkan pantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup, kata Isnawa, telah terjadi penurunan konsentrasi gas CO, NO, dan HC selama uji coba perluasan sistem ganjil genap.

(BACA JUGA: Keji, Remaja 16 Tahun Dibacok Belasan Begal di Palembang, Nyawa Melayang, Honda BeAT Korban Raib)

"Polutan jenis ini bersumber dari kendaraan bermotor," ujar Isnawa melalui keterangan tertulis, Selasa (10/7/2018) malam.

Isnawa menerangkan, hasil pantauan kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia menunjukkan konsentrasi CO menurun 1,7 persen, konsentrasi NO turun 14,7 persen, dan konsentrasi HC turun 1,37 persen.

Kemudian, hasil pantauan di Stasiun DKI 2 Kelapa Gading menunjukkan adanya penurunan konsentrasi CO sebesar 1,15 persen, kosentrasi NO turun 7,03 persen, dan NO2 turun sebesar 2,01 persen.

Sementara itu, konsentrasi CO terpantau menurun 1,12 persen dan NO sebesar 7,46 persen di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya.

(BACA JUGA: Disengat Kabar Bensin Balap Cuma Beroktan 86, Promotor Balap IRS Bilang Isi Bensin Ke Motor Pembalap Sesuai Prosedur)

"Secara umum, sebenarnya semua parameter kualitas udara Jakarta masih di bawah baku mutu. Terlebih lagi dengan penerapan ganjil genap ini, polutan-polutan yang bersumber dari kendaraan bermotor semakin berkurang," kata Isnawa.

Namun di lain hal, Isnawa menyebutkan bahwa kualitas partikel udara atau debu yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron masih agak tinggi.

Polusi ini berasal dari proyek pembangunan MRT, LRT, dan penataan trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin.

"Proyek-proyek ini dipastikan selesai atau dihentikan sementara saat Asian Games, sehingga dapat dipastikan tidak akan menjadi masalah," tambahnya.

(BACA JUGA: Panitia Balap Motor IRS Sentul 2018 Klarifikasi Temuan Bensin Balap Beroktan 98, Siap Dibandingkan)

Isnawa juga menghimbau bagi masyarakat untuk memilih menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Sehingga kepadatan bisa berkurang dan kualitas udara di Jakarta akan semakin membaik.

Karena terciptanya udara yang bersih merupakan salah satu parameter keberhasilan penyelenggaran Asian Games 2018.

Nah, jadi gimana sob menurutmu kalau di Jakarta kadar polusi terus menurun dan udara semakin bersih?

Editor : Iday
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X