Parkir Mobil Asal, Dishub Surabaya Tak Segan Gembok Hingga Kempesi Ban Mobil

Fedrick Wahyu - Senin, 2 Juli 2018 | 14:40 WIB
Petugas Dishub dan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menggembok mobil yang parkir sembarangan
surya/ahmad zaimul haq
Petugas Dishub dan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menggembok mobil yang parkir sembarangan

Otomania.com - Mobil-mobil yang parkir sembarangan di ruas jalan Kota Surabaya akan digembok paksa. 

Yakni oleh petugas gabungan Dishub didukung polisi dan TNI, mulai Senin (2/7/2018).

Selain menggembok paksa roda mobil, petugas juga akan menggembosi pelanggar parkir lain dengan cara mencabut penutup ban.

"Pagi ini habis apel petugas gabungan akan bergerak razia dengan sasaran pelanggar rambu parkir," kata Kasi Pengendalian dan Operasi Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyibowo, Senin (1/7/2018).

Trio tak menyebut titik mana yang akan dirazia.

(BACA JUGA: Tak Hanya Uji Coba Perluasa Ganjil Genap, Contraflow di Tol Dalam Kota Juga Dilakukan Hari Ini)

Trio menuturkan, tindakan petugas ini dalam rangka sosialisasi Perda baru tentang Perparkiran di Kota Surabaya.

DPRD Surabaya telah mengesahkan Perda nomor 3/2018.

Perda ini tidak memberi ampun bagi pelanggar parkir yang kerap mengabaikan rambu larangan parkir.

Sesuai Perda 3/2018, Mereka yang kedapatan melanggar rambu larangan parkir akan langsung diderek, digembok, atau digembosi ban kendaraan mereka.

Pemilik kendaraan juga akan langsung ditilang dengan denda tilang Rp 500.000 bagi mobil dan Rp 250.000 bagi motor.

(BACA JUGA: Gawat, Pakar Keselamatan Bilang Jalur Penyelamat di Indonesia Banyak yang Tak Sesuai Standar)

"Hingga dua bulan ke depan akan terus dilakukan sosialiasi Perda Parkir itu sambil saat ini menunggu Perwali untuk penjabaran dan juknisnya. Belum kami kenakan denda tilang tapi akan kami gembok hingga derek," kata Trio.

Sejumlah ruas jalan di Kota Surabaya kerap dijadikan pelanggar rambu larangan parkir.

Meski sudah terpasang rambu dilarang parkir, namun banyak mobil dan motor kerap parkir di lokasi itu.

Di antaranya Jl Dharmawangsa, Jl Prof Moestopo, Jl Airlangga, Jl A Yani, dan sejumlah ruas jalan lain.

"Akan kami sisir dan gembok jika melanggar. Silahkan pemilik menghubungi petugas untuk membuka gembok," tambah Trio.

(BACA JUGA: Enggak Kira-kira, Parkir di Gelora Bung Karno Kena Rp 13 Ribu Sejam, Ini Sih Permainan Petugas)

Jika saat di lokasi pelanggaran tidak ditemukan pemiliknya akan langsung diderek paksa dan diparkir paksa di Terminal Kedung Cowek Suramadu.

Jika tidak segera diambil, sesuai Perda 3/2018, maka pemilik kendaraan akan dikenakan biaya pengambilan hingga Rp 2,5 juta.

Mobil parkir di tempat larangan parkir adalah pemicu macet dan semrawutnya kota.

Editor : Iday
Sumber : Surya.co.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X