Tangerang dan Semarang, Kota Paling "Ramah Lalu Lintas"

Donny Apriliananda - Jumat, 8 Desember 2017 | 09:04 WIB
Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro saat menyerahkan penghargaan kepada 23 daerah yang menjadi finalis dalam ajang Indonesia Road Safety Award 2017, di Jakarta, Kamis (7/12/2017). Ajang IRSA merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan.
KompasOtomotif/Alsadad Rudi
Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro saat menyerahkan penghargaan kepada 23 daerah yang menjadi finalis dalam ajang Indonesia Road Safety Award 2017, di Jakarta, Kamis (7/12/2017). Ajang IRSA merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan.

Otomania.com Tangerang dan Semarang dinobatkan sebagai kota dengan tata kelola keselamatan jalan terbaik dalam ajang Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017. Masing-masing mewakili kota dengan tingkat penduduk tinggi dan rendah.

Penyerahan penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti, di Jakarta, Kamis (7/12/2017). 

Tangerang dipilih atas berbagai upaya yang dilakukan, meliputi:
- Pemasangan CCTV di 16 persimpangan untuk memantau pelanggaran lalu lintas.
- Layanan pelaporan jalan rusak melalui menu "Laksa" pada aplikasi Tangerang Live.
- Program "Perjaka Gesit", yakni perbaikan jalan rusak dalam satu hari.
- Hotline Gawat Darurat 119 dan 112 yang didukung unit layanan gawat darurat di 13 kecamatan.
- Selain itu sampai September 2017, terjadi tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibanding tahun 2016.

Baca: Daerah di Jakarta yang Terekam Banyak Pelanggaran Lalu Lintas

Aplikasi Tangerang Live
Polri
Aplikasi Tangerang Live

Sementara itu, Semarang dipilih atas berbagai upaya, seperti: 
- Penerapan sistem satu arah di 13 ruas jalan untuk mempermudah pengaturan dan pengawasan lalu lintas.
- Jaringan angkutan umum bus rapid transit (BRT) Trans Semarang yang memiliki 8 koridor dan 295 shelter.
- Penggunaan alat uji kir portabel 
untuk uji kendaraan yang kelebihan muatan di jalan nasional untuk menekan potensi kerusakan jalan.
- Terjadi tren penurunan kecelakaan lalu lintas pada semester 1 tahun 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca: Walikota Risma Sampai Turun Mengatur Lalu Lintas

IRSA merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. Diadakannya ajang ini merupakan bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas dengan tujuan menurunkan angka kecelakaan di Indonesia.

120 kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2017. Dari jumlah tersebut, dipilih 23 kota dan kabupaten yang terpilih menjadi finalis IRSA 2017. Finalis dipilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan dan jumlah fatalitas kecelakaan melalui tahap shortlisting.

Juri IRSA 2017 terdiri dari perwakilan lima kementerian/instansi dan para pakar keselamatan berlalu lintas. Kementerian dan instansi yang terlibat meliputi Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, dan Korps Lalu Lintas Polri.

Baca: Begini Caranya Mengenali

Penilaian IRSA selalu mengacu pada lima pilar keselamatan jalan yang telah dicanangkan WHO dan diadopsi oleh banyak negara di dunia, yakni manajeman keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, dan perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca-kecelakaan.


YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa