Pelumas Shell Makin Susah Dipalsukan

Donny Apriliananda - Selasa, 24 Oktober 2017 | 07:25 WIB
Jam Jar pada kemasan pelumas Shell.
Istimewa
Jam Jar pada kemasan pelumas Shell.

Otomania.com – Pemalsuan pelumas yang makin marak membuat produsen oli harus berinovasi. Seperti dilakukan Shell dengan produk Helix, mengenalkan teknologi yang disebut Jam Jar.

Ini merupakan segel inovatif yang dilengkapi dengan kode QR pada lapisan kedua. Kode ini dapat dipindai dan terhubung langsung ke server anti pemalsuan atau Shell Anti-Conterfeit System.

"Komitmen kami sediakan produk terbaik bagi pelanggan dan kami akan terus membawa inovasi, termasuk menjaga keaslian produk yang beredar di tengah masyarakat,” kata Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri, dalam siaran resminya belum lama ini.

Konsumen bisa memindai QR Code, atau langsung mengunjungi situs resmi Shell dan memasukan 16 angka yang tertera pada lapisan kedua untuk melakukan verifikasi. Lebih mudah lagi konsumen bisa langsung mengirimkan pesan singkat ke nomor 085574670055.

Teknologi Jam Jar juga mendapat atensi dari Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP). Menurut Justisiari P. Kusumah sebagai Ketua MIAP, dengan adanya teknologi ini akan memudahkan masyarakat mengetahui keaslian dari sebuah produk.

Teknologi Shell untuk cegah pemalsuan pelumas
Teknologi Shell untuk cegah pemalsuan pelumas

“Salah satu faktor pendorong peredaran pelumas palsu adalah peningkatan kepemilikan kendaraan di Indonesia. Karenanya, produsen pelumas perlu membantu konsumennya dalam mengidentifikasi produk pelumas asli karena hal ini akan memengaruhi kepuasan pelanggan terhadap produk,” ujar Justisiari.

Menurut Justisiari, pemerintah cukup serius menanggapi kasus pemalusan, kondisi ini dibuktikan dengan dikeluarkannya UU No.20 Tahun 2016 yang bisa menjerat produsen, bukan konsumen, barang palsu dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Selain Pemerintah dan produsen, masyarakat juga perlu turut aktif mengantisipasi peredaran pelumas palsu, karena penggunaan pelumas palsu pada mesin kendaraan bisa membuat kerugian," ucap Justisiari.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X