Pengalaman Berharga Buat Pebalap Indonesia di Suzuka 4 Hours

Febri Ardani Saragih - Sabtu, 29 Juli 2017 | 18:31 WIB
Rheza Danica Ahrens (Astra Honda Racing Team) ) saat membalap di Suzuka 4 Hours, Sabtu (29/7/2017).
Dimas Pradopo
Rheza Danica Ahrens (Astra Honda Racing Team) ) saat membalap di Suzuka 4 Hours, Sabtu (29/7/2017).

Suzuka, Otomania.com – Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil finis ketiga saat balapan Suzuka 4 Hours FIM World Endurance Championship, Sabtu (29/7/2017). Namun sayang, pemberitahuan penalti dari Race Direction pada menit-menit terakhir bikin AHRT gagal naik podium.

Pebalap pertama AHRT, Rheza Danica Ahrens, memulai balapan dengan optimal. Dia sempat memimpin selama 12 lap menggunakan ban basah. Keputusan tim mengganti ban kering menjadi basah sebelum start buat mengantisipasi hujan.

Setelah 12 lap, pebalap Awhin Sanjaya menggantikan Rheza.  AHRT memutuskan memakai ban kering sekaligus mengisi bahan bakar. AHRT tercatat tiga kali masuk pit stop sekaligus penggantian pebalap.

Berbeda seperti tahun lalu, balapan tahun ini dihiasi banyak kecelakaan. Berkali-kali bendera kuning berkibar sampai safety car masuk ke lintasan. 

Menjelang 20 menit balapan berakhir, Ahwin bersaing ketat dengan pebalap dari Yamaha Thailand Racing Team dan Akeno Speed – Yamaha. Pebalap debutan itu sebenarnya bisa tenang namun sempat kehilangan konsentrasi.

Ahwin mendahului pebalap overlap di depannya saat bendera kuning berkibar. Akibatnya AHRT kena hukuman tambahan waktu 2 lap.

2 laps down penalty due to overtaking during yellow flag caution according to MFJ National Regulations Appendix 4-1-3-1,” tulis resmi Race Direction.

Ahwin mengaku tidak menyadari sudah mendahului pebalap lain. Kejadian itu terjadi pada tikungan terakhir sebelum trek lurus menjelang finis.

“Saya lihat bendera hijaunya, tapi saya tidak tahu kalau sudah melewati pebalap,” ucap Ahwin usai balapan.

Sampai balapan selesai, AHRT tidak mengetahui kena penalti. Pemberitahuan dilakukan sesaat sebelum Rheza dan Ahwin mau naik podium ketiga untuk angkat piala.

“Ini pelajaran berharga buat kami semua, jadi pengalaman. Situasional seperti ini memang harus dipahami. Tanpa kejadian yellow flag, kami podium. Kalau bicara strategi tim dan pebalap, semuanya sudah matang,” kata Anggono Iriawan, Senior Manager Safety Riding & Motorsports Departement PT Astra Honda Motor. 

Hasil pada tahun ini merupakan kejadian pertama AHRT tidak naik podium setelah 2014. Tahun lalu, AHRT juara Suzuka 4 Hours bersama dua pebalap yaitu Rheza Danica Ahrens dan Irfan Ardiansyah.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Agung Kurniawan

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa