Fakta Soal Pelumas Kendaraan yang Basi

Setyo Adi Nugroho - Kamis, 8 Juni 2017 | 09:45 WIB
Ilustrasi ganti oli atau pelumas mesin mobil
http://www.jupitergaragesheffield.co.uk
Ilustrasi ganti oli atau pelumas mesin mobil

Jakarta, Otomania.com – Salah satu fenomena cukup unik yang terjadi pada konsumen pelumas adalah adanya anggapan pelumas basi atau kedaluwarsa. Mereka cenderung melihat waktu produksi pelumas harus benar-benar baru untuk menjamin pelumas dapat bekerja dengan baik.

Tapi benarkah anggapan ini? Totok Subagyo, Brand Small Engine Oil Manager PT Pertamina Lubricant mengungkapkan produk pelumas tidak memiliki waktu kedaluwarsa. Biasanya yang terjadi adalah terkontaminasi.

“Pelumas itu tidak bisa basi, kalau rusak mungkin. Selama kemasan tidak rusak, maka disimpan berapa lama pun tidak masalah. Minyak bumi di dalam tanah saja tidak pernah basi bukan,” ucap Totok saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pelumas memiliki tiga musuh alami yakni debu, air dan oksigen. Kemasan serta penyimpanan yang baik akan melindungi pelumas dari kerusakan yang mungkin terjadi.

Pelumas bila bersentuhan dengan oksigen akan mengalami apa yang disebut dengan oksidasi. Ini akan membuat pelumas menjadi cairan kental dan lengket.

Oksidasi dapat terjadi karena pelumas terkena sinar matahari langsung. Ini sebabnya pelumas disarankan disimpan di dalam ruangan yang terlindung dan memiliki suhu udara yang sejuk.

Pelumas yang tercampur debu akan berbaya terutama untuk kesehatan mesin. Debu bisa jadi membawa silika yang tajam. Ini akan membuat fungsi pelumasan mesin hilang, komponen mesin dapat terluka dan baret.

“Sedangkan air, bila sampai tercampur akan membuat pelumas menjadi putih seperti susu. Ini tentu tidak baik untuk pelumasan dalam mesin,” ucap Totok.


Editor : Azwar Ferdian

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa