Jangan Angkat Kaki dari "Footstep" Waktu Lewat Banjir

Febri Ardani Saragih - Selasa, 21 Februari 2017 | 15:05 WIB
Salah satu ruas Jalan Raya di depan Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik, yang tergenang banjir, Senin (10/10/2016).
Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Salah satu ruas Jalan Raya di depan Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik, yang tergenang banjir, Senin (10/10/2016).

Jakarta, Otomania.com – Ada satu kebiasaan yang sering dilakukan biker saat melewati genangan air tinggi atau banjir, yaitu mengangkat kaki cukup lama. Menurut penjelasan keselamatan berkendara, hal itu tidak baik dilakukan karena berarti posisi berkendara tidak dalam sikap sempurna.

Seharusnya, kedua kaki berada di footstep atau dek buat skutik. Fungsi sikap sempurna menjaga keseimbangan, sekaligus menjadi sikap dasar untuk antisipasi berbagai keadaan.

Saat melewati banjir, ada risiko terjadinya aquaplaning atau kondisi ban terangkat dari permukaan jalan karena terlapisi air. Salah satu cara agar biker tidak terjatuh yakni menjaga keseimbangan pakai kaki ketika berada di footstep.

“Biasnya biker takut sepatu basah, makanya angkat kaki. Itu malah enggak boleh nanti keseimbangan berubah. Lagipula kan lebih cepat kaki turun ke aspal kalau ada di footstep,” terang Michael Gerald, Safety Riding Analyst diler Astra Motor, Selasa (21/2/2017).

Wajib pakai sepatu

Sepatu yang menutupi kaki adalah perlengkapan standar saat berkendara. Fungsinya melindungi kaki dari benturan keras. Hindari menggunakan sandal saat saat berkendara ketika hujan. Masih lebih baik sepatu basah daripada celaka.

Editor : Azwar Ferdian

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X