Deteksi Busi Sebelum Mati

Stanly Ravel - Sabtu, 21 November 2015 | 08:08 WIB

Jakarta, Otomania - Busi sebagai koponen dari pengapian memang perlu perawatan khusus. Namun demikian, busi tetap memiliki usia pakai yang harus diperhatikan, karena bila terlambat mengantinya bisa merepotkan saat di jalan.

Untuk itu para pengguna sepeda motor misalnya, sudah wajib mengetahui ciri dari busi yang akan tutup usia alias mati.

"Meski sering dibersihkan, tapi busi tetap saja memiliki umur tertentu. Tidak jaminan selalu membersihkan busi bisa membuat busi bertahan selamanya," ujar Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Mustika (DAM) Jawa Barat, ketika berbincang dengan Otomania, Kamis (19/11/2015).

Menurutnya, saat busi akan mati biasanya ditandai oleh beberapa gejala jadi pengguna motor sudah bisa mendeteksi tanpa harus membuka untuk melihat kondisinya. Mulai dari motor yang susah hidup ketika distarter, sering mogok, tenaga yang kurang, sampai bahan bakar yang boros.

Bila sudah mengalami gejala ini, pemilik motor harus segera mengantisipasi dengan menganti busi baru. Atau bila nekat dipertahankan minimal harus siaga membawa busi cadangan di motor.

"Gejala busi mati memang berbeda-beda, tapi paling banyak bisa dirasakan mulai dari motor yang sering mogok dan tenaga yang berkurang. Hal ini karena komponen busi sudah mulai melemah untuk mengantarkan percikan api keruang bakar, akibatnya pengapian pun tidak berjalan sempurna dan menimbulkan pemborosan," kata Ade.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Agung Kurniawan

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa