Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Salah Kaprah Menangani Pemudik Sepeda Motor

Stanly Ravel - Senin, 22 Juni 2015 | 08:09 WIB
Jakarta, Otomania - Salah satu permasalahan utama yang dihadapi musim mudik Lebaran setiap tahunnya adalah jumlah korban jiwa yang meningkat di jalan. Salah satu penyumbang utamanya, adalah para pengendara sepeda motor yang memaksakan pulang kampung dengan kendaraan roda dua itu.

Pihak pemerintah pun mengaku belum mendapat solusi yang tepat untuk mengurangi atau bahkan mencegah para pemudik mengendarai sepeda motor. Hal ini pun disampaikan oleh Eddi, Direktur Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, kepada Otomania di Jakarta, Sabtu (20/6/2015).

"Sampai saat kita sudah berupaya agar sepeda motor ini tidak dibawa mudik. Salah satunya dengan menyelenggarakan mudik gratis sepeda motor. Jadi, tidak usah bawa motor, titip saja ke kita. Tahun ini kita siap mengakomodir 2.900 unit sepeda motor untuk kita bantu naikan ke truk yang sudah disiapkan," ucap Eddi.

Meski telah menyediakan fasilitas pengangkutan sepeda motor menggunakan truk, tapi Eddi mengaku kalau pihaknya tetap sulit mencegah mencegah para pemudik yang ingin tetap mengendarai sepeda motor. "Kita tidak bisa melarang atau memberikan teguran keras, karena ini kan hak mereka untuk membawa kendaraan. Kita hanya bisa mengantisipasi dari segi keselamatan berlalu-lintas dengan sosialisasi saja," ujar Eddi.


Salah Kaprah

Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, menilai bahwa upaya pemerintah untuk mencegah pemudik sepeda motor dengan memberikan jasa truk pengangkut dinilai justru salah kaprah. Menurut Danang, angka kecelakaan tahun lalu menunjukkan kalau jumlah korban jiwa justru lebih besar ketika arus balik dari daerah kembali ke Jakarta.

"Kecelakaan itu terjadi itu head to tail, bukan head to head. Artinya kendaran konvoi. Hal ini tentu dipengaruhi oleh beragam faktor, lebih besar karena rasa lelah dari pengendaranya. Banyaknya aktivitas yang mereka lakukan di kampung halaman tentu memberikan efek lelah yang membuat pengguna sepeda motor rentan mengalami kecelakaan," ujar Danang, menjelaskan kepada Otomania.


Jika mau memberikan solusi komplet, ada baiknya jasa pengangkutan sepeda motor dengan truk juga dilakukan saat pemudik mau kembali ke Jakarta. Akan lebih baik lagi, jika layanan tersedia baik saat mudik dan waktu balik. Namun, bila alasan anggaran jadi masalahnya, baiknya dilakukan di saat pemudik ingin balik ke Jakarta saja.


Editor : Agung Kurniawan

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa