Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Menjajal Transmisi Unik Fiat 500

Aris F Harvenda - Kamis, 12 Maret 2015 | 16:47 WIB
Bandung, Otomania - Fiat menyematkan tagline ”Una Vita Felice” untuk Fiat 500, ungkapan bahasa Italia yang kurang lebih artinya memberikan kegembiraan. Bukan tanpa alasan, karena banyak pemicu yang membuat siapa saja happy, melalui potensi dari mobil ikonis itu. Mulai dari desain, pilihan warna, nama besar, atau apa pun yang ada di depan mata.

Berdasarkan ujicoba yang dilakukan KompasOtomotif bersama Fiat Indonesia dari Jakarta ke Bandung, 27-28 Januari 2015, banyak hal yang bisa dieksplor. Sebelum memulai pembahasan detail, satu hal yang membuat penasaran, memahami transmisi unik yang dimilikinya.

Saat pertama duduk dalam kabin, sapuan mata langsung tertuju pada tuas transmisi yang menyembul dari konsol tengah. Posisi tuas transmisi yang disebut manual-otomatis itu tidak seperti transmisi matik mobil-mobil kebanyakan.

Secara keseluruhan ada tiga lajur, paling kiri untuk memindah mode manual atau otomatis. Lajur tengah untuk berjalan (seperti mode ”D” pada mobil lain), sekaligus menambah atau mengurangi gigi (mirip shiftronik CVT). Sementara lajur paling kanan untuk menempatkan tuas di posisi N dan R (mundur).

Pengoperasian

Tidak ada posisi P seperti transmisi matik kebanyakan. Jika tak digunakan, cukup diletakkan pada posisi N. Saat tuas berada di lajur tengah untuk posisi maju, mobil tak langsung berjalan atau bahkan loncat. Fiat 500 akan terus terdiam sampai kaki meninggalkan pedal rem dan menekan pedal gas lebih dalam.

Ini membuat sensasinya mirip transmisi manual. Bahkan di posisi maju, saat berada di tanjakan, mobil akan mundur sebelum pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam. Hal yang sama juga terjadi saat tuas digerakkan pada posisi mundur.

Bukan tanpa alasan, Fiat menerapkan sistem transmisi ini demi keamanan, menjaga mobil tidak berjalan sendiri saat tuas transmisi dimasukkan pada posisi maju atau mundur.

Manual-otomatis

Saat mobil berjalan, dengan mode ”full auto”, gigi akan memindah sendiri sesuai putaran mesin. Namun saat tuas digeser ke kiri untuk mendapatkan semi otomatik, kita bisa menaik-turunkan gigi sesuai keinginan. Untuk melakukannya, pengemudi bisa menggeser tuas maju-mundur, atau memainkan paddle shift di belakang setir.

Perlu dicatat, berbeda dengan CVT lain, saat kecepatan merendah, gigi tidak serta-merta turun sendiri. Pengemudi harus benar-benar menurunkan sendiri sesuai putaran mesin agar mobil tetap bertenaga.

Pembahasan lebih lengkap tentang Fiat 500, mulai fitur dan performa pengendalian, akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

Editor : Aris F Harvenda

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa