Lima Alasan Tidak Semua Pabrikan Motor Ikutan Balap MotoGP, Nomor Dua Paling Beda di Antara Ajang Lain

Rezki Alif,Naufal Nur Aziz Effendi - Kamis, 5 Mei 2022 | 17:00 WIB

ilustrasi motor MotoGP. (Rezki Alif,Naufal Nur Aziz Effendi - )

Baca Juga: Ada Harapan, Valentino Rossi Mau Didatangkan ke MotoGP Indonesia Tahun Depan, Begini Kata Sandiaga Uno

Mesin motor MotoGP dibuat khusus oleh pabrikan untuk balapan, bukan seperti ajang balap lain, misalnya di WorldSBK yang memakai basis motor produksi untuk balapan.

Mesin yang diproduksi untuk MotoGP juga jumlahnya terbatas, kemudian modal yang dikeluarkan untuk penelitian dan tes motor sangat besar.

Maka dari itu tiap pabrikan harus rela merogoh kocek dalam-dalam agar motornya bisa sepersekian detik lebih cepat dari kompetitornya.

Twitter @FabioQ20
Yamaha YZR-M1 yang dipakai Fabio Quartararo merupakan motor prototipe.

3. Part yang langka

Part-part yang digunakan di motor MotoGP termasuk part langka dan hanya digunakan untuk motor prototipe ini.

Produsen part motor MotoGP secara khusus memproduksi part-part tertentu hanya digunakan untuk motor balap itu sendiri.

Berbeda halnya jika part untuk motor sport biasa yang memang diproduksi banyak.

Semakin langka, tentu saja biayanya semakin mahal. Selain itu, riset untuk uji coba dan pembuatan part-part baru itu juga butuh dana yang sangat besar.