Ada Sejarahnya, Inilah Alasan Knalpot Motor Ada di Sebelah Kanan

Dok Grid - Jumat, 17 November 2023 | 18:27 WIB

Ilustrasi penempatan knalpot motor di sebelah kanan. (Dok Grid - )

Pemasangan knalpot underbelly dipilih tidak hanya karena ruang di sebelah kanan dan kiri sudah terisi pedal kayuh.

Melainkan, karena pemasangan knalpot model ini membuat center of gravitiy motor jadi rendah, sehingga membuatnya lebih seimbang.

Contoh jelasnya bisa dilihat pada motor Harley-Davidson Model 1 yang keluar pada 1905-1906, terlihat knalpotnya berada di bawah bodi.

Tapi pemasangan knalpot model ini punya kelebihan, yakni center of gravitiy yang rendah dan membuat motornya lebih seimbang.

Lalu ketika perang dunia pertama pecah yakni pada 1914, kebutuhan akan motor semakin meningkat, khususnya untuk kepentingan militer.

firstversions.com
Contoh motor berpedal kayu dengn knalpot underbelly, yakni Harley-Davidson Model 1

Baca Juga: Begini Tips Gampang Lolos Uji Emisi Motor, Solusi Ampuh Dari Mekanik

Kendati demikian, desain motor yang masih menggunakan pedal kayuh dirasa kurang cocok dibawa ke medan berat,karena knalpot underbelly-nya sering menghantam tanah.

Masalah itu pun membuat para insinyur di sejumlah pabrikan memutar otak dan akhirnya memutuskan untuk membuang pedal kayuh dan desain knalpot underbelly pada motor buatannya.

Adanya ruang kosong di kedua sisi motor membuat para insinyur berpikir untuk memasang knalpot di sebelah kanan.

Contohnya bisa dilihat pada motor Triumph Model H yang keluar pada akhir 1914 silam.

Wajar saja para insinyur berpikiran demikian, soalnya kebanyakan mesin motor pada saat itu memilih lubang pembuangan yang menyerong ke sebelah kanan.

Namun keputusan ini konon dicetuskan karena masyarakat pada 1 abad yang lalu terbiasa untuk naik dan turun dari kuda lewat sisi kiri.

Yesterdays.nl
Salah satu motor zaman dulu dengan knalpot di sebelah kanan, yakni Triumph Model H.

Sehingga kebiasaan tersebut diaplikasikan pada motor dengan memasang knalpot di sebelah kanan.

Dengan begitu, pengendara bisa naik dan turun dengan mudah dari sebelah kiri motor.

Tanpa takut harus terkena pipa panas dari knalpot, pakem penempatan knalpot ini kemudian terus diterapkan oleh pada kebayakan motor yang diproduksi di seluruh dunia.

Baca Juga: Trend Knalpot Motor 'Nembak' Ternyata Bikin Mesin Cepat Jebol Meski Standar, Baca Nih Penjelasannya