Tewaskan Anak Driver Ojol, Ini Kronologi Sate Beracun Sianida Salah Sasaran, Awalnya Incar Polisi Berpangkat Aiptu

Parwata - Rabu, 5 Mei 2021 | 09:00 WIB

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)(KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO) (Parwata - )

Sebab, zat tersebut biasa digunakan untuk racun tikus. Racun tersebut jika masuk ke dalam tubuh manusia akan menimbulkan gejala mual hingga gagal napas.

“Dalam jumlah yang kecil, sianida akan menimbulkan gejala mual, muntah, sakit kepala, pusing, gelisah, napas sesak dan tubuh lemas,” kata Lipur, Sabtu (1/5/2021).

"Sebaliknya, dalam jumlah besar, korban juga bisa kejang, kerusakan paru, gagal napas yang akhirnya akan meninggal. Dosis letalnya 1,5 miligram per kilogram berat badan,” katanya.

Setelah mendapat petunjuk jika tewasnya korban akibat keracunan, polisi kembali melakukan pendalaman penyelidikan untuk memburu pelaku.

Sekitar empat hari setelah kejadian itu, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku yang mengirim makanan beracun tersebut.

"Diamankan NA (25) warga Majalengka, Jumat (30/4/2021)," kata Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021).

Kepada polisi, pelaku mengaku sakit hati dengan Tomy, pria yang seharusnya menerima makanan sate tersebut.

Baca Juga: Honda BR-V Kacanya Berserakan, Rp 80 Juta Amblas, Pemilik Lagi Asik Makan Sate Kelinci

Dilansir dari Tribunnews.com, Tomy yang awalnya jadi target pelaku tersebut ternyata bukan orang sembarangan.