Mau Jual NMAX, Mahasiswa Afghanistan Kuliah di Malang Malah Kehilangan Motornya, Kena Modus Jajal Motor

Parwata - Rabu, 7 April 2021 | 18:00 WIB

Yamaha All New NMAX milik Sayed Momin Hashemi. (Parwata - )

Otomania.com - Mau Jual NMAX, Mahasiswa Afghanistan Kuliah di Malang Malah Kehilangan Motornya, Kena Modus Jajal Motor.

Sebuah Yamaha NMAX raib dibawa kabur oleh calon pembeli dengan modus mencoba motor.

Melansir dari Surya.co.id, Yamaha NMAX tersebut adalah milik seorang mahasiswa asing asal Afghanistan yakni Sayed Momin Hashemi (24).

Mahasiswa asing pemilik motor Yamaha NMAX menjadi korban penipuan tersebut kuliah di Kota Malang.

Baca Juga: Apes, Honda BeAT Ditukar Dengan Batu Bata Dalam Kardus, Begini Kejadiannya

Pelaku berhasil membawa kabur motor jenis Yamaha NMAX milik korban pada Sabtu (3/4/2021) sore.

Kejadian penipuan terjadi di rumah kos korban di Perumahaan Permata Hijau, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Sayed Momin Hashemi, warga negara Afghanistan yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Malang, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

"Awalnya saya menjual sepeda motor milik saya, yaitu Yamaha Nmax warna hitam tahun 2020 nopol L 5371 FX." kata Sayed Momin Hashemi.

"Motor itu saya jual, dengan cara diposting di website jual beli dan media sosial Facebook." lanjutnya

"Dalam postingan itu, saya juga mencantumkan nomor kontak Whatsapp. Motor tersebut saya jual seharga Rp 27 juta," ujarnya, Senin (5/4/2021).

Sayed Momin Hashemi menjelaskan pada Sabtu (3/4/2021) siang, dirinya dihubungi seorang pria melalui WhatsApp.

Pria yang tak lain adalah pelaku penipuan itu mengaku, telah melihat postingan korban dan tertarik untuk membeli motor milik korban.

Baca Juga: Percaya Pada Seorang Wanita, 13 Mobil Dibawa Kabur, Ada Yang Digadai Ada Yang Dijual

"Melalui percakapan WhatsApp, pria tersebut menawar motor saya seharga Rp 26 juta, dan akan mendatangi rumah kos saya. Untuk melihat dari dekat kondisi motor milik saya itu," terangnya.

Kemudian antara pelaku dan korban setuju. Lalu pada pukul 17.10 WIB, pelaku pun datang ke rumah kos korban.

"Saat datang ke rumah kos saya, pelaku naik mobil mikrolet warna oranye bersama dengan sopir mikroletnya," tambahnya.

Setelah melihat-lihat sebentar kondisi motor, pelaku meminta izin ke korban untuk mencoba motor tersebut keliling komplek perumahaan.

Karena merasa telah percaya, korban pun memberikan kunci kontaknya dan mempersilakan pelaku mencoba motornya itu.

Namun setelah ditunggu selama 15 menit, ternyata pelaku tak kunjung kembali ke rumah kos korban.

"Akhirnya saya tanya ke sopir mikrolet, apakah kenal dengan pria yang akan membeli motor saya. Ternyata sopir mikrolet tidak mengenalnya sama sekali." tanya Sayed Momin Hashemi.

"Sopir mikrolet mengaku, baru mengenal pria itu di Terminal Kota Batu dan dijanjikan akan dibayar Rp 250 ribu usai mengantarkannya ke rumah kos saya. Namun ternyata, pelaku belum membayar sama sekali sopir mikrolet tersebut," bebernya.

Baca Juga: Lagi-lagi Motor Dibawa Kabur Pakai Modus Beli Rokok, Kali Ini Honda MegaPro

Korban kemudian segera menghubungi nomor kontak milik pelaku. Ternyata nomor kontak milik pelaku sudah tidak aktif.

Merasa telah menjadi korban penipuan, akhirnya korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Lowokwaru.

"Untuk ciri-ciri pelakunya, memiliki tinggi badan sekitar 170 cm, berperawakan kurus dan berusia sekitar 35 tahun. Pelaku mengaku bekerja di Pasar Sayur Kota Batu. Kalau untuk nama pelakunya saya tidak tahu, karena setiap saya menanyakan namanya, pelaku langsung mengalihkan pembicaraan. Semoga pelaku dapat segera tertangkap oleh pihak kepolisian. Dan motor saya dapat kembali dengan utuh," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhman mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Kami juga telah menurunkan anggota, untuk melakukan olah TKP di lokasi kejadian," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kronologi Mahasiswa Asing Asal Afghanistan Kena Tipu di Kota Malang, Bermula saat Jual Motor,