Bocah di Bawah Umur Dihajar dan Dirampas Motornya, Gara-gara Ada Pemuda yang Cemburu

Parwata - Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:50 WIB

Kapolres Kebumen mengintrograsi pelaku sembari memperlihatkan sepeda motor hasil tindak kejahatan di Mapolres Kebumen, Selasa (11/8/2020). (Parwata - )

Otomania.com - Seorang pemuda asal Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen melakukan kejahatan kekerasan terhadap mantan pacarnya.

Kejahatan yang dilakukan oleh pelaku tersebut dipicu cemburu dengan mantan pacar yang telah bersama orang lain.

Melansir dari TribunBanyumas.com, pelaku kejahatan tersebut diketahui berinisial MK (22).

Dalam aksinya dia tidak sendirian melainkan mengajak serta rekannya TG (16) untuk melaksanakan aksinya.

Baca Juga: Pecatan TNI Dihajar Warga Karena Rampas Motor Driver Ojol, Beraksi Pakai Seragam

Sementara korbannya adalah secara usia masih anak di bawah umur yang berinisial RY (14).

Tidak hanya melakukan kekerasan, tersangka juga merampas motor Yamaha Mio milik korban.

Kejadian itu berlangsung di depan SMK Negeri Alian pada Jumat (31/7/2020).

"Awalnya korban ditendang, selanjutnya dipukul pada bagian kepala oleh para tersangka."

"Setelah korban tidak berdaya, motor dirampas oleh tersangka," jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga: ABG Tega Tusuk Temannya Sendiri, Niat Rampas Motor Buat Modal Nikah

AKBP Rudy mengatakan, tersangka sempat meminta uang tebusan Rp 1 juta jika korban akan mengambil motornya.

Sehari-hari motor korban digunakan untuk keperluan kedua tersangka.

"Penuturan tersangka, ia hanya ingin memberi pelajaran kepada korban karena cemburu mantan kekasih MK, kini berpacaran dengan korban," ujarnya.

Kapolres menuturkan, akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

Tersangka diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul "Pelaku Rampas Motor dan Minta Tebusan Rp 1 Juta, Cemburu Karena Sang Mantan Sudah Berpacaran Lagi".