Beredar Mitos Mematikan AC Mobil Perlu Dilakukan di Tanjakan Curam, Bengkel Spesialis Ungkap Faktanya

Harun Rasyid,Naufal Nur Aziz Effendi - Rabu, 25 Mei 2022 | 09:00 WIB
ilustrasi mobil menanjak.
Dok. Otomotif
ilustrasi mobil menanjak.

Otomania.com - Beredar mitos mematikan AC mobil perlu dilakukan di tanjakan curam, bengkel spesialis ungkap faktanya.

Sobat Otomania.com mungkin sering mendengar anggapan mematikan AC mobil perlu dilakukaan saat melalui tanjakan curam.

Alasannya, mematikan AC mobil dipercaya dapat meringankan kinerja mesin, agar kendaraan bisa menaklukan tanjakan curam maupun medan jalan yang terhitung berat.

Lantas, benarkah mematikan AC diperlukan ketika mobil melewati tanjakan curam?

Rully Mardiansyah, Kepala Cabang bengkel spesialis AC mobil Rotary Bintaro Depok mengatakan, mematikan AC untuk melalui tanjakan curam biasanya dilakukan untuk mobil dengan kapasitas mesin tertentu.

"Iya betul, mematikan AC biasanya dilakukan di mobil bermesin 1.000 cc, semisal mobil lawas kayak Suzuki Carry 1000 untuk melewati tanjakan curam," ujarnya kepada GridOto.com belum lama ini.

Menurut Rully, hal tersebut terjadi karena mesin mobil juga menanggung kinerja sistem pendingin kabin tersebut.

"Kapasitas mesin mobil itu mempengaruhi kinerja AC, karena putaran mesin semakin cepat. Misalnya saat RPM di 800, ketika AC hidup naik jadi 1.000 RPM," tutur Rully lagi.

"Pengaruh lainnya bensin juga semakin boros kalau AC dihidupkan," jelasnya.

Baca Juga: Bunyi Berisik Saat AC Mobil Dinyalakan Bukan Hal Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Bagian Ini

Lebih lanjut Rully mengungkapkan, AC mobil yang menyala bisa memberatkan kinerja mesin saat melalui tanjakan curam.

"Ketika mobil bertemu medan berat, kompresor AC ini digerakan oleh mesin. Sementara saat itu mesin harus menggerakkan alternator, water pump, hingga pompa power steering," ucapnya.

Namun, pria yang pernah bekerja sebagai mekanik di dealer resmi ini menyebut, mematikan AC saat mobil menemui medan berat tidak diperlukan bagi mobil bermesin 1.500 cc ke atas.

"Biasanya mesin 1.500 cc ke atas sih enggak pengaruh. Sebab perbedaan hal ini saya rasakan ketika pakai mobil cc kecil Toyota Agya ke Tebing Tinggi di Padang, yang jalannya banyak tanjakan," kata Rully.

Kala itu, mobilnya diisi penuh dengan lima penumpang plus barang bawaan.

Saat menanjak, tarikan mesin Low Cost Green Car (LCGC) tersebut terasa berat karena AC dinyalakan.

"Tapi setelah AC dimatikan mesin mobil jadi lebih bertenaga buat menanjak, makanya hal ini berpengaruh," tutur Rully.

"Sedangkan kalau di mobil cc besar semisal Toyota Innova atau Nissan X-Trail sih enggak perlu matikan AC," jelasnya.


Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa