Udah Rajin Ganti Oli Tapi Motor Suka Overheat? Coba Cek Dulu Bagian Ini

Adi Wira Bhre Anggono,Muhammad Farhan - Rabu, 23 September 2020 | 10:30 WIB
Indikator Honda Vario menunjukan suhu motor yang tinggi alias overheat.
IST
Indikator Honda Vario menunjukan suhu motor yang tinggi alias overheat.

Otomania.com - Jika motor rajin ganti oli tapi mesinnya masih suka overheat alias gampang panas, wajib cek bagian ini.

Gejala overheat atau panas mesin berlebih ditandai dengan kurangnya tenaga, atau mesin motor mendadak mati dan susah dihidupkan.

Karena masa pakainya yang lebih lama, banyak yang lupa kalau motor dengan pendingin cairan perlu periksa kondisi radiator secara berkala.

“Sebab, overheat bisa karena cairan radiator yang sudah harusnya ganti, radiator kotor atau kipas pendingin bermasalah,” ujar Agus Dwi, Kepala mekanik AHASS Wahana Ciputat, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Kuras Aki Pakai Air Panas, Apa Iya Bikin Aki Jadi Lebih Sehat?

Nah, umumnya kondisi radiator masih bagus, namun cairan pendingin sudah mengalami penurunan kualitas sehingga tidak lagi bekerja maskimal.

Hasilnya mesin jadi cepat panas atau overheat, ditandai dengan indikator suhu mesin berwarna merah menyala atau indikator menunjukkan ‘H’ atau hot.

Air radiator atau radiator coolant di tabung reservoir dijaga ketinggiannya. Jangan sampai habis
DOK MOTOR Plus
Air radiator atau radiator coolant di tabung reservoir dijaga ketinggiannya. Jangan sampai habis

“Pabrikan menganjurkan kuras radiator setiap 24 ribu kilometer atau 2 tahun, namun kalau sering dipakai macet seperti di kota besar sebaiknya lebih cepat,” jelasnya.

Sebab kalau sering dipakai macet, maka radiator lebih bekerja keras untuk menjaga pendinginan mesin motor.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa