Bus Sugeng Rahayu Hantam Benteng Takeshi, Sopir Meninggal Penumpang Luka Parah

Parwata - Sabtu, 1 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Bus Sugeng Rahayu yang mengalami kecelakaan di pertigaan Pasar Kertek Wonosobo diderek seusai evakuasi, Jumat (31/7/2020) malam.
TRIBUN JATENG/KRISTIYAWANTO
Bus Sugeng Rahayu yang mengalami kecelakaan di pertigaan Pasar Kertek Wonosobo diderek seusai evakuasi, Jumat (31/7/2020) malam.

Bus sempat ditarik menggunakan derek ke belakang guna memudahkan proses evakuasi sopir. Seusai proses evakuasi, sopir dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Kami dibantu Basarnas dan masyarakat dalam mengevakuasi.Kami agak mengalami kesulitan untuk mengevakuasi karena (sopir) terjepit di antara besi-besi di kepala bus.

Sopir tidak terselamatkan dan meninggal di tempat,” ungkap Kapolres Wonosobo AKBP Fanky Ani Sugiarto yang berada di lokasi.

Belum diketahui identitas mendiang sopir nahas tersebut.

Petugas melalui pelantang suara di mobil Patwal meminta agar warga tidak berkerumun di sekitar lokasi kecelakaan.

Sebagai informasi, 'Benteng Takeshi' adalah puluhan ban bekas yang saling terikat ditumpuk berdiri menghadap jalan.

Dua buah tugu dibangun mengapit tumpukan ban dengan patung Harimau di atasnya.

Baca Juga: HIlang Kendali Honda CR-V Tabrak Isuzu Panther Muat 4 Sapi Hingga Tak Berbentuk, Sopirnya Terjebak di Dalam

Tumpukan ban tersebut dicat warna-warni sehingga terlihat memanjakan mata.

Sekilas, masyarakat bisa salah mengira benda itu sebagai wahana permainan atau hiasan kota hingga gerbang wisata.

Anggapan itu jelas salah.

Sebuah spanduk terbentang di atas benda itu bertuliskan, "Pagar Penahan Kecelakaan Polres Wonosobo".

Masyarakat setempat menjulukinya Benteng Takeshi.

Istilah ini ternyata bukan merujuk pada acara Game Show di Jepang, melainkan singkatan dari "Tabrak Kesini Insya Allah Hidup".

Di balik perwajahannya yang cantik, spot itu sebenarnya garang sebagai benteng penahan.

Di belakang tumpukan ban yang ditata dan diwarnai menghadap jalan, terdapat tumpukan ban-ban lain membentuk pagar.

Benteng itu dibuat untuk mengantisipasi kecelakaan di ujung turunan panjang Kertek.

Laju kendaraan yang tak terkendali karena rem blong atau masalah lainnya diharapkan tertahan oleh tumpukan ban ini sehingga bisa mengurangi risiko buruk kecelakaan.

Pagar penahan itu sudah lama berada.

Namun warga Kelurahan Kertek menata dan menghiasinya sehingga terlihat lebih cantik.

Jumat malam ini, benteng takeshi kembali merasakan hantaman kendaraan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Sopir Bus Sugeng Rahayu Meninggal Kecelakaan Tabrak Benteng Takeshi Pasar Kertek Wonosobo,

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Dimas Pradopo
Sumber : TribunJateng.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa