Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ini Alasan Kenapa Mesin Diesel Modern Butuh BBM Rendah Sulfur

Isuzu MU-X Premier dibekali  mesin 4JK1-TC Hi Power, 4 silinder segaris, turbo diesel common rail
Randy
Isuzu MU-X Premier dibekali mesin 4JK1-TC Hi Power, 4 silinder segaris, turbo diesel common rail

Otomania.com - Mobil diesel zaman sekarang sudah memakai teknologi common rail yang menuntut penggunaan BBM rendah sulfur.

Umumnya juga mobil-mobil tersebut sudah memakai turbocharged serta direct injection yang membuat tekanan pada sistem bahan bakar kian tinggi.

Nah, ini penjelasan mengapa mesin diesel  modern butuh BBM rendah sulfur.

Utamanya, karena sulfur dapat menyebabkan tersumbatnya injektor bahan bakar.

Pada mesin diesel common-rail, nosel-nya memiliki lubang yang sangat kecil serta bertekanan sangat tinggi.

Baca Juga: Ada Covid-19 Pedagang Motor Seken Vespa Masih Anteng, Sebulan Masih Bisa Jual 40 Unit

Tekanan bahan bakar pada sistem berteknologi common-rail berkisar 1.600-1.800 bar.

Bandingkan dengan konvensional yang hanya mencapai 700 bar.

Bila injector mulai tersumbat, maka suplai bahan bakar ke ruang bakar akan tergangu sehingga menyebabkan turunnya tenaga mesin.

Ternyata masalahnya tidak hanya sampai di situ.

Jika Anda secara terus menerus menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur tinggi, lambat laun penyumbatan akan menjalar ke intake manifold yang berdampak mesin kehilangan power.

Baca Juga: CVT di Mesin Matik Cukup Manja, Salah Perlakuan Bisa Bikin Kantong Mendadak Bolong

Memang prosesnya tidak instan, tapi secara jangka panjang akan menimbulkan pengerakan.

Gejala penumpukan kerak di intake manifold baru terlihat ketika penggunaan mobil di atas 70.000 km.

Oh ya, satu lagi, semakin Anda sering menggunakan BBM diesel yang memiliki kadar sulfur tinggi, maka semakin pendek umur pemakaian catalytic converter.

Catalytic converter berfungsi untuk menyaring emisi gas buang agar berada dalam ambang batas aman.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa