Mesin Motor 2-Tak Vs 4-Tak di MotoGP, Ternyata Ini yang Lebih Kencang

Indra Aditya - Kamis, 3 Januari 2019 | 14:00 WIB
Valentino Rossi bersama NSR500 di Nastro Azzurro Honda
motorsportmagazine.com
Valentino Rossi bersama NSR500 di Nastro Azzurro Honda

Otomania.com - Penggemar otomotif khususnya roda dua kerap berdepat soal mesin 4-tak dan 2-tak, termasuk mesin yang dipakai di ajang balap Grand Prox motor.

Perdebatan itu menyangkut dengan kemampuan motor seperti akselerasi dan top speed, manakah yang lebih dibanding yang lain?

Ada yang bilang bahwa mesin 2-tak lebih 'ngejambak' dibanding 4-tak, dan pembahasan lainnya.

Di MotoGP, hal ini sebenarnya tidak bisa diperdebatkan.

Baca Juga : Harta Karun di Antara Semak, Anak Motor 2-Tak Bisa Melow Lihatnya

Apalagi perkembangan teknologi pada era 2-tak dan 4-tak di MotoGP berbeda.

Selain itu, kapasitas mesin di era 2-tak dan 4-tak juga berbeda.

Namun jika kita ingin membandingkan kecepatan maksimal mesin 2-tak dan 4-tak yang tercatat di MotoGP, bisa kok.

Berikut data top speed yang tercatat pada MotoGP Italia di sirkuit Mugello sejak 1999 sampai dengan 2017, dilansir dari Crash.

Pada 1999-2001, saat era 2-tak, kecepatan maksimal motor berkisar pada 315-318 km/jam.

Kemudian tahun 2002 pada era transisi, saat tim bisa menggunakan dua jenis mesin 2-tak (500 cc) dan 4-tak (maksimal 990 cc), top speed dicetak oleh Tohru Ukawa dengan 324,5 km/jam.

Saat itu Tohru Ukawa adalah rekan setim Valentino Rossi yang sama-sama mengendarai mesin 4-tak 990 cc Honda RC211V.

Baca Juga : Biar Makin Jelas, Ini Beda Mesin 2-Tak dan 4-Tak, Sekaligus Asal-Usul dan Arti Kata 'Tak'

Kemudian selanjutnya sampai dengan 2006, kecepatan maksimal motor 4-tak 990 cc relatif lebih cepat.

Dan saat regulasi mesin berubah menjadi 800 cc (2007-2011), awalnya top speed sempat turun namun tetap lebih cepat dibanding era 2-tak.

Setelah itu dengan kapasitas mesin 1.000 cc (2012-2017), top speed motor menanjak berkisar pada 345-355 km/jam.

Jelas, era mesin 4-tak yang ada di MotoGP lebih cepat dibanding era 2-tak.

Editor : Indra Aditya

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X