Yamaha Mesti Niru, Ganti Mesin 'Big-Bang' Solusi Honda Bisa Atasi Problem ECU Marelli Sejak 2016

Irsyaad Wijaya - Rabu, 15 Agustus 2018 | 11:30 WIB
knalpot baru honda RC213V lebih pendek dari sebelumnya
pinterest.com
knalpot baru honda RC213V lebih pendek dari sebelumnya

Otomania.com - Sejak musim 2016 sebenarnya Honda dan Yamaha mengalami problem yang sama di sektro ECU baru keluaran Magneti Marelli.

Kalau Ducati enggak ada masalah karena sejak terjun ke MotoGP sudah memakai ECU Magneti Marelli.

Tentu saja Yamaha dan Honda pusing tujuh keliling gara-gara masalah ini.

Honda Racing Corporation (HRC) jadi satu-satunya yang lakukan perubahan besar dalam dua tahun terakhir ini di MotoGP.

Berbarengan dengan pergantian regulasi ECU di 2016, Honda mengubah RC213V yang arah putaran crankshaft-nya ke depan menjadi ke belakang.

(BACA JUGA: Bermain Ponsel Sambil Mengemudi, Striker Liverpool, Mohamed Salah Dilaporkan Klubnya Sendiri ke Polisi)

Tujuannya untuk memperbaiki performa saat menikung dan mengurangi wheelie.

Seharusnya, dengan ECU baru dan mesin yang berubah total, Honda kesulitan dong.

Namun di 2017 HRC lakukan perubahan besar lagi.

Honda mengganti mesin lama yang disebut screamer dengan yang baru yang disebut big-bang.

Mesin baru ini diklaim bisa menambah grip dan punya teknologi kontrol traksi lebih modern dan lebih bagus.

(BACA JUGA: Ternyata Ini Alasan Sebuah Desa Di Himalaya Jadi 'Tanah Land Rover', Mobil Tahun '50-an Pun Masih Dipakai!)

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Ditta Aditya Pratama
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa