Jalan Berliku untuk Membuat Suzuki Ignis DIrakit Lokal

Irsyaad Wijaya - Rabu, 31 Januari 2018 | 07:45 WIB
Suzuki Ignis Sport Edition
Taufiq JF
Suzuki Ignis Sport Edition

Otomania.com – Suzuki Indonesia bisa dibilang cukup sukses dengan produk barunya pada segmen city car, Ignis. Model ini sekarang makin banyak varian dengan hadirnya tipe Special Edition, 26 Januari 2018 lalu.

Tapi, status mobil ini adalah CBU, atau didatangkan utuh dari India. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pun masih punya banyak pertimbangan untuk merakitanya secara lokal demi menambah benefit untuk konsumen.

Donny Saputra, Marketing Director 4W SIS berkata jika sangat mungkin Ignis diproduksi secara lokal. Sekarang, SIS masih memakai trik pasar dengan melihat dulu ada perkembangan siginifikan dari Ignis.

(BACA JUGA: Suzuki Guyur Diskon Sampai Belasan Juta Rupiah untuk Ignis)

“Pertama, bagaimana kami bisa sustain market ini di Indonesia. Kalau kami jualannya bisa stay atau bertambah, lebih mudah bagi kami untuk negosiasi dengan kantor pusat,” ujar Donny.

Dia juga mengatakan bahwa Suzuki Indonesia sedang membentuk pasar yang ada. Jadi, pihanya coba menyiapkan terlebih dahulu pasarnya, sebelum produk meluncur. Ketika modelnya diperkenalkan, sudah siap di pasaran.

“Namun juga, kami lihat apakah demand market ke depannya ketika kami lokalisasi, masih sama dengan saat ini? Lalu kami akan memikirikan apa yang kami bisa improvisasi, acceptance price, dan lainnya, itu merupakan proses panjang,” kata Donny.

Suzuki juga masih menunggu aturan dari Pemerintah yang belm pasti tentang standar emisi yang akan diterapkan di Indonesia. Jadi mungkin Suzuki belum berani untuk merakitnya secara lokal.

“Lalu yang ketiga, arah perkembangan regulasi, ini kaitannya dengan investasi. Contohnya dari Euro 2 ke Euro 4, dan isu-isu strategis. Rencana pemerintah dengan investasi ini berkaitan,” ujar Donny.

(BACA JUGA: Suzuki Ignis SE Tambah Macho dengan Ubahan Ini)

Donny menuturkan, sebenarnya pihak Suzuki Indonesia juga inginkan Ignis dirakit secara lokal di Tanah Air. Sebab nantinya juga berpengaruh pada masalah inden konsumen yang dapat dipersingkat, tak perlu menunggu terlalu lama dalam pemesanan.

Harapnnya, dalam dua tahun akan difinalisasi soal rencana ini.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X