Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Cara Benar Menekan Potensi Celaka Pemotor Ketika Berkendara Saat Hujan

Aris F Harvenda - Kamis, 5 Maret 2015 | 11:10 WIB
Jakarta, Otomania — Hujan bisa datang kapan saja. Bagi pengendara khususnya pemotor harus selalu siap dengan keadaan apapun. Namun, ketika harus berkendara saat hujan, pemotor harus ekstra waspada dan wajib mengetahui defensive riding saat jalanan basah.

Menurut Sony Susmana, Instruktur Senior yang juga Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), seperti dilansir KompasOtomotif, Senin (12/1/2015), kebiasaan di jalanan kering yang sering dilakukan tidak bisa dipraktikkan saat jalanan basah.

”Sebetulnya prinsip dan teknik sama seperti berkendara aman di jalanan kering. Namun, ada beberapa poin yang mesti diingat saat jalanan basah atau cuaca sedang ekstrem,” ujar Sony.

Berikut poin-poin penting berkaitan dengan defensive riding saat jalan sedang basah:

1. Jarak pengereman. Kebiasaan buruk banyak orang Indonesia, menurut Sony, adalah tidak menjaga jarak. Saat kebiasaan itu dilakukan pada cuaca normal dan tidak mengalami masalah, lantas menjadi anggapan hal yang wajar dibawa saat hujan. Padahal, risikonya lebih besar. Tambahlah jarak pengereman beberapa detik dari kebiasaan Anda di jalanan kering.

”Misalnya, yang biasa berjarak 2 detik, ditambah jadi 4 detik. Memang agak aneh, tapi mau enggak mau harus dilakukan,” tegas Sony.

2. Cek kondisi. Sony menyarankan untuk selalu mengecek kondisi ban dan tekanannya. Kebanyakan orang mengganti ban dengan tipe balap (slick). Orang harus mengerti, apakah ban tersebut bisa untuk kondisi jalan licin? Selanjutnya adalah tekanan angin, di mana kebiasaan malas mengecek menjadi ganjalan tersendiri dan salah satu faktor yang menimbulkan bahaya.

3. Cara bermanuver dan menjaga kesimbangan. Saat berbelok, tingkat kemiringan sepeda motor wajib dipertimbangkan. Kebiasaan saat berada di jalanan kering juga tidak boleh dilakukan. Saat membelok, usahakan badan tidak ikut miring, dengan catatan, dilakukan dengan kecepatan yang sangat aman.

Dari ketiga hal tersebut, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan sebagai ilmu tambahan. Soal teknik mengerem 60:40 (belakang:depan) tidak bisa dipraktikkan dengan leluasa. Teknik tersebut benar, tetapi tingkat keberhasilan di jalanan basah kecil. Alangkah lebih baik jika pengendara tetap memperhatikan jarak pengereman.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak membawa kebiasaan dua jari di tuas rem ke pengendaraan dengan kondisi jalan basah. Dengan jari menempel pada tuas rem, orang cenderung lebih agresif karena siap mengerem dengan cepat.

Style ini tidak salah, atau disebut gaya Amerika, karena di sana sepeda motor masuk highway dan rata-rata moge. Mereka punya kaliper rem kanan-kiri. Kalau sepeda motor ber-cc kecil tidak disarankan. Cukup terapkan gaya Asia dengan semua jari ada di setang atau handle,” papar Sony.

Editor : Aris F Harvenda

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa